Program Pascapensiun, Kolaborasi Kemendagri dan Taspen Kembangkan Usaha ASN

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mendorong jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawahnya untuk tetap produktif setelah memasuki masa purnatugas. Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya menjalin kolaborasi dengan PT Taspen dalam mengoptimalkan potensi para pegawai melalui berbagai program. Langkah ini diambil agar sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya ASN, tetap dapat berkarya dan memberikan kontribusi kepada masyarakat pascapensiun.

“Indonesia tengah mengalami bonus demografi sehingga angkatan kerja banyak tersedia. Tapi bukan berarti [ASN] yang sudah melewati masa pensiun tidak potensial lagi. Tapi justru harus terus dikembangkan dan didayagunakan,” kata Yusharto saat membuka acara Pembinaan Kepegawaian dan Dharma Wanita Persatuan bertajuk “Hak dan Jaminan Sosial bagi ASN dan Potensi Usaha Pasca-Purnatugas” yang diselenggarakan di Aula BSKDN Kemendagri, Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Lebih lanjut, Yusharto mencontohkan negara-negara seperti Singapura dan Jepang yang mampu mengelola potensi para pekerja paruh baya agar tetap aktif di berbagai sektor. Menurutnya, hal tersebut merupakan praktik baik yang patut ditiru.

“Bila kita turun di Bandara Changi Singapura, banyak pekerja paruh baya yang tetap bekerja sebagai pendorong trolley atau petugas kebersihan. Ini bagus. Jangan sampai karena tidak memahami peluang potensi yang ada, kita malah mengalami post power syndrome,” terang Yusharto.

Oleh karena itu, ia berharap para ASN mulai mempersiapkan keahlian sejak dini agar lebih siap menghadapi masa pensiun. Langkah tersebut dapat dimulai dengan mengidentifikasi hobi atau keterampilan yang dimiliki, lalu mengembangkannya secara berkelanjutan. Upaya lain dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan oleh Taspen.

“Misalnya [ASN] yang bisa menulis bisa jadi penulis, pembicara, atau coach. Bisa juga terjun di sektor UMKM, waralaba, atau retail. Berikutnya usaha digital, misal menjadi kreator konten dan membuka online shop,” ujar Yusharto.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Layanan (Service Dept Head) Taspen Yoka Krisma turut memperkenalkan sejumlah produk Taspen yang dapat dimanfaatkan oleh ASN. Beberapa di antaranya yaitu Program Tabungan Hari Tua, Program Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Program Jaminan Kematian.

Selain itu, Taspen juga bekerja sama dengan Bank Mandiri melalui Mandiri Taspen yang menyediakan pelatihan dan paket usaha. Program tersebut mencakup Warung Mantap, Si Mantap Laundry, Agen Kurir Mantap, dan Toko Frozen Mantap.

“Semoga manfaat dari program yang kami tawarkan dapat dimanfaatkan Bapak dan Ibu sekalian,” pungkas Yoka.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Komoditas Lampung Go Global: Tepung Mocaf dan Ikan Cobia Batin Wulan Pikat Pengunjung IN2HCC
Momentum HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Wamendagri Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Pacu Ekonomi Kreatif
Kemenag Bidik Potensi Dana Sosial Syariah Rp1.200 Triliun per Tahun
Digitalisasi Perlinsos Jadi Kunci, Mendagri Peringatkan Pemda Soal Integrasi Data IT
KDKMP Harus Tangguh! Bima Arya Minta Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Diperkuat
Bebaskan Daerah 3T dari Kegelapan, Kemendagri Pacu Pemanfaatan Energi Bersih Terbarukan
Mende Rilis Single Kedua “Cerita Cinta”, Gandeng Yunan Helmi Angkat Kisah Cinta Masa SMA
Bukti Kualitas Layanan Unggulan! IAS Group Sabet Apresiasi Prestisius di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Komoditas Lampung Go Global: Tepung Mocaf dan Ikan Cobia Batin Wulan Pikat Pengunjung IN2HCC

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Momentum HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Wamendagri Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Pacu Ekonomi Kreatif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kemenag Bidik Potensi Dana Sosial Syariah Rp1.200 Triliun per Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Digitalisasi Perlinsos Jadi Kunci, Mendagri Peringatkan Pemda Soal Integrasi Data IT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KDKMP Harus Tangguh! Bima Arya Minta Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Diperkuat

Berita Terbaru