Prof. Zuly Qodir: Mazhab UMY Diharapkan Perkaya Diskursus Sistem Hukum Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni saat memberikan sambutan dalam acara bedah buku di UMY

Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni saat memberikan sambutan dalam acara bedah buku di UMY

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong pengembangan diskursus akademik mengenai sistem hukum dan politik Indonesia melalui kegiatan Bedah Buku dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Muhammadiyah dan Masa Depan Negara Hukum Pancasila”. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) di UMY ini, Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menyoroti pentingnya menghadirkan beragam aliran pemikiran sebagai kontribusi terhadap pembaruan sistem hukum nasional.

Dalam keynote speech-nya, Zuly menyambut hadirnya buku Mazhab UMY: Purifikasi Paradigma Sistem Hukum Pancasila Menuju Keadilan Hukum Berkemajuan karya Dr. King Faisal Sulaiman, S.H., LL.M. Menurutnya, gagasan mengenai Mazhab UMY dapat menjadi bagian dari pengembangan diskursus akademik, khususnya dalam kajian politik hukum dan sistem hukum Indonesia.

“Di masa mendatang, UMY akan lebih baik jika diskursus tentang politik hukum, sistem hukum Indonesia, dan sistem hukum nasional juga berkembang dan diperdebatkan di kampus ini,” ujar Zuly di hadapan peserta bedah buku yang terdiri dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana di perguruan tinggi DIY.

Menurutnya, kehadiran mazhab pemikiran dapat menjadi sumbangan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui gagasan Mazhab UMY, pembahasan mengenai sistem hukum Indonesia diharapkan semakin beragam dan membuka ruang bagi perspektif baru dalam melihat persoalan kebangsaan.

Kerusakan Sistem Hukum dan Tantangan Politik Indonesia

Zuly turut menyoroti keterkaitan antara persoalan sistem hukum dan kondisi politik di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa persoalan kebangsaan tidak dapat dilepaskan dari berbagai aspek yang saling berhubungan, termasuk sistem hukum, partai politik, dan dunia pendidikan.

“Kerusakan bangsa ini salah satunya karena kerusakan sistem hukum yang ada di Indonesia. Selain sistem hukum, ada kerusakan partai politik atau sistem politik di Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dalam merespons dinamika politik dan hukum. Sebagai pimpinan perguruan tinggi di bidang pendidikan, Zuly menilai bahwa realitas tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk bagi kalangan akademisi.

Dalam konteks ini, forum dialog kebangsaan menjadi ruang untuk mengkaji persoalan hukum dan politik secara kritis. Pertukaran gagasan antarnarasumber diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai tantangan pembangunan hukum sekaligus mendorong pengembangan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Kampus sebagai Ruang Diskusi Kebangsaan

Lebih lanjut, Zuly mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum bedah buku sebagai ruang diskusi bersama. Ia menyampaikan apresiasi kepada penulis dan para narasumber yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, sekaligus berharap diskusi dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran gagasan yang mempertemukan perspektif akademik dan pengalaman praktis. Kehadiran buku karya King Faisal diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai sistem hukum Pancasila serta mendorong diskusi berkelanjutan tentang keadilan hukum dan masa depan negara Indonesia. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

UMY Resmikan Sunshine Daycare, Hadirkan Ruang Ramah Keluarga bagi Civitas Academica
Bedah Buku di UMY, King Faisal Sulaiman Gagas Pembaruan Sistem Hukum Pancasila
Pemerintah Kota Hadirkan Festival Layanan Publik di Titik Nol Kilometer Dalam Rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kustomfest 2026 Mengadakan Charity Ride for 270 Himpun Donasi Hingga 1 Miliar
Legend Coffee Jogja Rayakan Anniversary ke-14, Pererat Kebersamaan Lewat Reuni Pelanggan dan Mantan Karyawan
Pemerintah Kota Yogyakarta dan KUSTOMFEST 2026 Himpun Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan
KUSTOMFEST 2026 Resmi Dibuka di Yogyakarta, Hadirkan 225 Kendaraan Kustom.
74 Tim Pelajar Ikuti Lomba Mural HUT ke-270 Kota Yogyakarta, Angkat Budaya dan Kebersihan Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Prof. Zuly Qodir: Mazhab UMY Diharapkan Perkaya Diskursus Sistem Hukum Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Bedah Buku di UMY, King Faisal Sulaiman Gagas Pembaruan Sistem Hukum Pancasila

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemerintah Kota Hadirkan Festival Layanan Publik di Titik Nol Kilometer Dalam Rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kustomfest 2026 Mengadakan Charity Ride for 270 Himpun Donasi Hingga 1 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Legend Coffee Jogja Rayakan Anniversary ke-14, Pererat Kebersamaan Lewat Reuni Pelanggan dan Mantan Karyawan

Berita Terbaru