Produksi Nikel Indonesia Hanya Bertahan Untuk 30 Tahun ke Depan

Senin, 8 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah nikel. Bahkan, cadangan nikel Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

Berdasarkan data Keputusan Menteri ESDM Nomor 132/2024 tentang Neraca Sumber Daya dan Cadangan Minerba Nasional Tahun 2023, total cadangan bijih nikel Indonesia tercatat mencapai 5,3 miliar ton, tepatnya 5.325.790.841 ton.

Sepanjang tahun 2023, produksi bijih nikel Indonesia mencapai 175 juta ton, tepatnya 175.617.183 ton. Dengan asumsi produksi bijih nikel tetap sebesar 175.617.183 ton per tahun, maka cadangan nikel Indonesia diperkirakan hanya akan bertahan selama 30 tahun. Namun, jika produksi bijih nikel meningkat, umur cadangan nikel akan semakin pendek.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli berharap agar kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan nikel di Indonesia terus dilakukan. Rizal menyatakan bahwa dengan banyaknya jumlah smelter yang beroperasi, cadangan nikel Indonesia menjadi sangat terbatas.

Oleh karena itu, ia mendorong agar eksplorasi di area brownfield dan greenfield segera digencarkan. Eksplorasi di area brownfield meliputi wilayah yang sudah memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), sementara eksplorasi di area greenfield meliputi daerah baru yang belum dieksplorasi.

“Masih banyak daerah-daerah baru yang belum dieksplorasi, terutama di Indonesia Timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua. Baru sekitar 34% wilayah potensial yang memiliki sumber daya nikel telah dieksplorasi, sehingga perlu segera dikembangkan,” kata Rizal dalam acara Mining Zone CNBC Indonesia, Senin (1/7/2024).

Menurut Rizal, banyak wilayah di Indonesia yang belum dieksplorasi, sehingga ia berharap Kementerian ESDM dapat segera melakukan penunjukan langsung atau lelang wilayah.

Dengan demikian, kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber cadangan nikel baru dapat segera terealisasi.

“Kenapa? Karena kegiatan eksplorasi memakan waktu lama, bisa 6 hingga 8 tahun sebelum kita mengetahui besarnya cadangan,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Komoditas Lampung Go Global: Tepung Mocaf dan Ikan Cobia Batin Wulan Pikat Pengunjung IN2HCC
Mende Rilis Single Kedua “Cerita Cinta”, Gandeng Yunan Helmi Angkat Kisah Cinta Masa SMA
Bukti Kualitas Layanan Unggulan! IAS Group Sabet Apresiasi Prestisius di Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Pacu Kesejahteraan Warga Lewat Zakat Produktif, Gubernur Lampung Sabet Penghargaan Bergengsi BAZNAS
The KIM’5 Rilis Single Perdana “KAMU”, Usung Kisah Cinta dan Kesetiaan
Prestasi Gemilang Pemprov Lampung: Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Gabriel Lumbantoruan Dituntut 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi
Dorong Profesionalisme ASN, Pemprov Banten dan LAN RI Matangkan Strategi Manajemen Talenta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Komoditas Lampung Go Global: Tepung Mocaf dan Ikan Cobia Batin Wulan Pikat Pengunjung IN2HCC

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Mende Rilis Single Kedua “Cerita Cinta”, Gandeng Yunan Helmi Angkat Kisah Cinta Masa SMA

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Bukti Kualitas Layanan Unggulan! IAS Group Sabet Apresiasi Prestisius di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Pacu Kesejahteraan Warga Lewat Zakat Produktif, Gubernur Lampung Sabet Penghargaan Bergengsi BAZNAS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:48 WIB

The KIM’5 Rilis Single Perdana “KAMU”, Usung Kisah Cinta dan Kesetiaan

Berita Terbaru