Prabowo Panggil Mendadak Pejabat Malam-malam, Bahas Beras Oplosan

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat, mulai dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo hingga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/7/2025). (Instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat, mulai dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo hingga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/7/2025). (Instagram @sekretariat.kabinet)

JENDELANUSANTARA.GOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat tinggi negara ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/7/2025) mslam. Rapat mendadak itu membahas temuan pelanggaran standar mutu beras premium dan medium di pasaran, termasuk langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.

“Presiden menekankan pentingnya penegakan hukum atas pelanggaran mutu beras dan meminta agar tindakan tegas dilakukan terhadap pelaku yang terbukti bersalah,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi, Rabu malam.

Sebelumnya, Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa sebanyak 212 merek beras premium dan medium yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan pemerintah. Temuan ini mengindikasikan adanya praktik pencampuran beras yang tidak sah atau beras oplosan.

“Standar mutu ini bukan buatan kami sendiri, tetapi merupakan ketetapan pemerintah. Jika ada yang melanggar, tentu ada konsekuensinya,” ujar Amran.

Dalam pengembangan kasus, Kepala Polri menyampaikan bahwa penyidik telah menaikkan status empat produsen besar ke tahap penyidikan. Keempatnya adalah PT FS, PT WPI, serta dua produsen berinisial SY dan SR.

Penyidikan dilakukan setelah Satgas Pangan Polri memeriksa 16 produsen besar. Selain itu, 39 orang saksi dan empat ahli turut dimintai keterangan. Aparat juga melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, serta memasang garis polisi di tempat produksi dan gudang milik para produsen.

“Pengungkapan kasus ini juga berlangsung di beberapa daerah lain,” ujar Listyo Sigit.

Pemerintah menegaskan bahwa distribusi dan kualitas beras harus dijaga, apalagi menjelang periode rawan pasokan pangan di akhir tahun. Kepala Negara juga meminta agar semua proses hukum berjalan tanpa intervensi dan menjunjung tinggi prinsip keadilan. (ihd)

Berita Terkait

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza
Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global
Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi
Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo
Integrasi Data Guru Non-ASN Jadi Fokus Pemerintah 2026 untuk Pemerataan
HNW Nilai Dokumen Board of Peace Bertentangan dengan Konstitusi RI
Kemenag Ingatkan Batas Akhir Sertifikasi Halal Produk Farmasi 17 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:17 WIB

Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:05 WIB

Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:41 WIB

Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo

Berita Terbaru