Polri Dalami Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Libatkan Ahli dan Forensik

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA COM, Blitar — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa penyelidikan terhadap laporan dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, masih terus berjalan. Berbagai dokumen dan keterangan dari sejumlah pihak kini tengah dikumpulkan untuk keperluan uji pembanding secara ilmiah.

“Tim penyelidik sedang mengumpulkan keterangan dan dokumen pembanding. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan scientific dengan melibatkan ahli dan laboratorium forensik,” ujar Listyo saat berziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025).

Sejak mencuatnya laporan dugaan ijazah palsu Jokowi, kepolisian mencatat ada enam laporan yang masuk: dua laporan di Polda Metro Jaya dan empat lainnya tersebar di Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Pusat, Polres Metro Bekasi Kota, serta Polres Metro Depok. Seluruh laporan kini telah ditarik ke Polda Metro Jaya guna mempermudah koordinasi dan penyelidikan.

“Seluruh informasi dan bukti akan menjadi bagian dari kajian penyidik untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut,” kata Kapolri.

Polda Metro Jaya, yang kini menjadi penanggung jawab utama perkara, telah melakukan klarifikasi ke sekolah dan perguruan tinggi tempat Presiden Jokowi menempuh pendidikan. Polisi menyatakan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati mengingat sensitivitas dan kompleksitas kasus ini.

Kapolri menyampaikan keterangan tersebut usai mengikuti ziarah dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Selain berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, ia juga mengunjungi makam Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang sebagai bentuk napak tilas sejarah kepemimpinan nasional. (ihd)

Berita Terkait

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami
Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun
KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok
KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi
MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi
OTT KPK di Depok, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Diamankan 
KPK Lakukan Dua OTT, di Lingkungan Bea Cukai Jakarta dan di Banjarmasin
Red Notice Interpol Terbit, Kejagung Buka Opsi Ekstradisi Riza Chalid

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:52 WIB

Dakwaan Jaksa Ungkap Penganiayaan Brigadir Rizka hingga Tewaskan Suami

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:18 WIB

Dua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan, Kasus Penipuan Rp2,4 Triliun

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:12 WIB

KPK Ungkap Kesepakatan Jahat Aparatur Negara di Kasus Lahan PN Depok

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

KPK Minta Publik Tunggu Penyidikan Budi Karya Sumadi

Senin, 9 Februari 2026 - 16:05 WIB

MA Tolak Beri Bantuan Hukum Hakim PN Depok yang Jadi Tersangka Korupsi

Berita Terbaru