JENDELANUSANTARA COM, Blitar — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa penyelidikan terhadap laporan dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, masih terus berjalan. Berbagai dokumen dan keterangan dari sejumlah pihak kini tengah dikumpulkan untuk keperluan uji pembanding secara ilmiah.
“Tim penyelidik sedang mengumpulkan keterangan dan dokumen pembanding. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan scientific dengan melibatkan ahli dan laboratorium forensik,” ujar Listyo saat berziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025).
Sejak mencuatnya laporan dugaan ijazah palsu Jokowi, kepolisian mencatat ada enam laporan yang masuk: dua laporan di Polda Metro Jaya dan empat lainnya tersebar di Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Pusat, Polres Metro Bekasi Kota, serta Polres Metro Depok. Seluruh laporan kini telah ditarik ke Polda Metro Jaya guna mempermudah koordinasi dan penyelidikan.
“Seluruh informasi dan bukti akan menjadi bagian dari kajian penyidik untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut,” kata Kapolri.
Polda Metro Jaya, yang kini menjadi penanggung jawab utama perkara, telah melakukan klarifikasi ke sekolah dan perguruan tinggi tempat Presiden Jokowi menempuh pendidikan. Polisi menyatakan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati mengingat sensitivitas dan kompleksitas kasus ini.
Kapolri menyampaikan keterangan tersebut usai mengikuti ziarah dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Selain berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, ia juga mengunjungi makam Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang sebagai bentuk napak tilas sejarah kepemimpinan nasional. (ihd)













