Polisi Masuk Pasar Rakyat di Kepri, Halau Premanisme

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Batam – Langkah sepatu polisi berseragam memecah keramaian Pasar Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pagi itu. Tak ada sirene. Tak pula penggerebekan. Hanya patroli —yang sengaja dibiasakan—untuk tujuan mencabut akar premanisme dari pasar rakyat.

Kepolisian Resor (Polres) Lingga tampaknya sadar bahwa urat nadi ekonomi masyarakat berada di ruang-ruang seperti ini. Tempat bertemunya pedagang, pembeli, pengangkut barang, hingga sopir ojek pengangkut sayur. Di sinilah negara harus hadir, sebelum ketakutan mengambil alih.

“Pasar bukan tempat bagi tekanan atau intimidasi,” ujar Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababa ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (9/6/2025). Ia menyebut patroli ini sebagai langkah proaktif untuk menjamin ruang publik tetap aman dan bermartabat.

Personel Satuan Samapta diturunkan. Sebagian berpatroli dengan kendaraan, sebagian lain berjalan kaki menyusuri lorong-lorong pasar. Mereka tak sekadar mengawasi, tetapi juga menyapa para pedagang. Menjalin komunikasi yang, menurut polisi, penting untuk menciptakan kepercayaan warga.

Masuknya polisi berseragam ke dalam pasar disambut gembira oleh rata-rata pedagang maupun pembeli. Mereka, seperti diutarakan Makmun, pemilik kios di los daging, lega dan merasa aman. Namun disinggung adanya gangguan preman, Makmun menggeleng. “Tidak, tidak ada pungli di sini,” timpal Akli, pedagang di los sayur.

Iptu Arfen, Kepala Satuan Samapta Polres Lingga, menegaskan, wilayah hukumnya tak akan memberi ruang bagi premanisme dan pungutan liar. “Negara tak boleh absen. Rasa takut tak boleh tumbuh di tempat orang menggantungkan hidup,” ujarnya.

Patroli ini akan dilakukan secara berkala. Titik-titik rawan dipetakan. Langkah pencegahan diprioritaskan. Namun, polisi juga tak segan menindak jika sudah masuk ranah pidana. “Segala bentuk pungli akan kami tindak tegas,” kata Arfen.

Ia pun mengajak masyarakat tak segan melapor bila melihat hal yang mencurigakan. Menurutnya, keamanan tak bisa hanya jadi urusan aparat. Butuh kolaborasi. “Kami ingin ruang publik kita jadi tempat yang damai. Tempat orang bekerja, bukan bersembunyi dari ketakutan,” ucapnya. (ihd)

Berita Terkait

HUT ke-187 GPIB Immanuel, Bima Arya Soroti Tantangan Menjaga Nilai di Era Teknologi
Kemnaker Dorong Kerja Sama ILO untuk Perkuat Perlindungan Pekerja
Maulid Nabi, Momentum Menghidupkan Keteladanan di Tengah Krisis Akhlak
Dukcapil Jemput Bola ke Manggarai Barat, 358 Dokumen Kependudukan Berhasil Diterbitkan
Dukcapil Bergerak Cepat Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa di Ngada
Mendagri Tito Dorong Sinergi Pemda dan Desa untuk Cegah Karhutla
Mendagri Tito: Bantuan Presiden untuk Korban Bencana NTT Telah Masuk dan Siap Disalurkan
Pasca Gempa NTT, Enam Tim Dukcapil Layani Warga di Pengungsian

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:20 WIB

HUT ke-187 GPIB Immanuel, Bima Arya Soroti Tantangan Menjaga Nilai di Era Teknologi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Kemnaker Dorong Kerja Sama ILO untuk Perkuat Perlindungan Pekerja

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Maulid Nabi, Momentum Menghidupkan Keteladanan di Tengah Krisis Akhlak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Dukcapil Jemput Bola ke Manggarai Barat, 358 Dokumen Kependudukan Berhasil Diterbitkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Dukcapil Bergerak Cepat Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa di Ngada

Berita Terbaru