PKS Tegaskan Komitmen Lintas Agama demi Pelayanan Publik yang Merata

Sabtu, 7 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDRLANUSANTARA.COM, Jakarta — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tanpa membedakan latar belakang agama. Melalui kepemimpinan baru periode 2025–2030, PKS ingin tampil sebagai partai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).

Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan bahwa partainya tak lagi semata-mata dikenal sebagai partai dakwah. Kini, PKS ingin lebih mencitrakan diri sebagai kekuatan politik yang inklusif dan terbuka untuk semua golongan.

“Jadi ini merupakan spirit PKS ke depan,” ujar Sohibul dalam acara Live Podcast Report Penyembelihan Kurban PKS 1446 Hijriah di Jakarta, Sabtu (7/6/2025).

Menurut dia, transformasi semangat itu beriringan dengan hasil Musyawarah I Majelis Syura yang digelar 3–4 Juni lalu. Dalam forum tersebut, kepengurusan baru untuk periode lima tahun ke depan resmi terbentuk.

Kader Muda di Garis Depan

Sebagai bagian dari strategi memperkuat pelayanan publik, PKS juga menonjolkan peran generasi muda dalam jajaran kepemimpinan. Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid dan Bendahara Umum PKS Noer Hadi merupakan sosok dari generasi 30–40 tahun yang diharapkan mampu menghadirkan energi segar dalam dinamika partai.

“Adanya kekuatan muda ini akan membuat pelayanan PKS ke depan semakin baik karena ada energi yang luar biasa fresh,” tutur Sohibul.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari regenerasi internal untuk mengimbangi Presiden PKS terpilih, Al Muzammil Yusuf, yang merupakan tokoh senior dan salah satu deklarator partai.

Dipilih Aklamasi

Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020–2025, Hidayat Nur Wahid, menyebut Al Muzammil Yusuf terpilih sebagai Presiden PKS secara aklamasi dalam Musyawarah I Majelis Syura. Proses tersebut berlangsung mulus tanpa satu pun penolakan dari anggota majelis.

“Ketua Majelis Syura mengusulkan, dan dalam pembahasan tidak ada yang menolak, berarti aklamasi,” kata Hidayat, Kamis (5/6), usai menghadiri diskusi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Hidayat menilai Muzammil sebagai figur yang memiliki kapasitas memadai untuk memimpin partai. Selain pernah menjabat di berbagai posisi strategis, Muzammil juga dikenal sebagai salah satu perintis PKS setelah transformasi dari Partai Keadilan. (ihd)

Berita Terkait

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza
Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global
Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi
Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo
Integrasi Data Guru Non-ASN Jadi Fokus Pemerintah 2026 untuk Pemerataan
HNW Nilai Dokumen Board of Peace Bertentangan dengan Konstitusi RI
Kemenag Ingatkan Batas Akhir Sertifikasi Halal Produk Farmasi 17 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:17 WIB

Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:05 WIB

Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:41 WIB

Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo

Berita Terbaru