Perspektif Dr. Al Araf Terkait Kontroversi Rencana Penambahan Kodam

Rabu, 13 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Dr. Al Araf, ahli Pertahanan (mantan dosen Unhan) mengungkapkan kekagetannya terkait rencana penambahan Kodam di beberapa wilayah Indonesia, saat hadir dalam acara podcast resmi Novel Baswedan beberapa waktu lalu.

Mengutip pernyataan Dr Al Araf yang terkejut saat Rapim TNI Polri yang dimana menyebutkan, rencana untuk menambah 22 Kodam baru di Indonesia.

“Rencana ini sejalan dengan aspirasi Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan karena setahun yang lalu Prabowo telah menyatakan keinginannya untuk membangun Kodam di seluruh Provinsi di Indonesia dan dikuatkan oleh Jenderal Agus Subiyanto dalam Rapim TNI Polri beberapa minggu lalu. Namun, hal ini tentu memicu perdebatan terkait transformasi dalam tubuh TNI,” tandasnya.

Pertimbangan muncul terkait apakah komando teritorial masih relevan dalam generasi perang baru yang cenderung asymmetrical warfare (peperangan asimetris), karena generasi saat ini sudah berada dalam generasi perang kelima, yang sifatnya sudah sangat asymmetrical.

Araf menjelaskan, banyak negara saat ini tidak lagi mengandalkan struktur teritorial dalam membangun kekuatan pertahanan. Perang asymmetrical mengubah cara pandang dalam menghadapi ancaman, sehingga diskusi tentang kebutuhan akan Kodam baru menjadi penting.

“Di banyak negara, orang tidak lagi mengandalkan struktur ke dalam, seperti teritorial ini. Karena berbicara bagaimana membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapi ancaman yang sifatnya asimetrik,” pungkasnya. (Red).

Berita Terkait

Menteri Ekraf Dukung Pencanangan GALANG RTHB, Dorong Ruang Terbuka sebagai Pusat Aktivitas Kreatif
Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi dengan ICCN untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah
Kementerian Ekraf Ingin Kolaborasi Industri Musik Indonesia Tumbuh Lewat Platform Gig Life Pro
Sekda Kota Bekasi Hadiri Rapat Finalisasi Perubahan Permendagri Batas Daerah Bekasi–Jakarta Timur
Muskot PSTI Jakarta Barat Tetapkan Dr. Diding Pimpin Organisasi Periode 2026–2030
Rilis CATAHU 2025, JarNas Dorong Reformasi Hukum dan Perlindungan Korban TPPO
Menteri Ekraf Dukung Ekspansi Musik Indonesia Perkuat Pasar Regional
PWI: Sinergi Multi-Pihak Jadi Kunci Keberhasilan HPN 2026 Banten

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:53 WIB

Menteri Ekraf Dukung Pencanangan GALANG RTHB, Dorong Ruang Terbuka sebagai Pusat Aktivitas Kreatif

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:24 WIB

Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi dengan ICCN untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:06 WIB

Kementerian Ekraf Ingin Kolaborasi Industri Musik Indonesia Tumbuh Lewat Platform Gig Life Pro

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:36 WIB

Sekda Kota Bekasi Hadiri Rapat Finalisasi Perubahan Permendagri Batas Daerah Bekasi–Jakarta Timur

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:01 WIB

Muskot PSTI Jakarta Barat Tetapkan Dr. Diding Pimpin Organisasi Periode 2026–2030

Berita Terbaru