Percepatan Rehabilitasi Faskes, Layanan Kesehatan di Sumatera Pulih Hampir 100 Persen

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Fasilitas Kesehatan yang dibangun Kemenkes dan aktivitas Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di wilayah terdampak bencana. Dok. Satgas PRR/Kemenkes

Fasilitas Kesehatan yang dibangun Kemenkes dan aktivitas Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di wilayah terdampak bencana. Dok. Satgas PRR/Kemenkes

JENDELANUSANTARA.COM, Sumatera – Pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera terus menunjukkan perkembangan signifikan. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi, sehingga layanan kesehatan bagi penyintas semakin dekat dan menjangkau hingga ke tingkat komunitas.

Berdasarkan data Satgas PRR, dari total 2.952 Pustu di tiga provinsi terdampak, sebanyak 2.522 unit mengalami dampak bencana. Pada awal fase penanganan per 1 Desember 2025, tercatat 148 Pustu sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan yang cukup parah.

Seiring percepatan rehabilitasi yang dilakukan, jumlah tersebut terus menurun secara signifikan. Memasuki awal April 2026, jumlah Pustu yang belum beroperasi normal tersisa 21 unit. Progres penanganan kembali menunjukkan percepatan berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 17 April 2026 yang menunjukkan jumlah Pustu masih dalam tahap rehabilitasi kini tinggal 12 unit.

Sebanyak 12 Pustu tersebut tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh, sejumlah Pustu yang masih dalam penanganan berada di wilayah Aceh Timur, seperti Pustu Blang Seunong, Seunuebok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, hingga DK 1 Peunaron Baru dan Tanjung Tok Blang, dengan progres pekerjaan berupa pembangunan baru maupun pembersihan dan renovasi.

Sementara itu, di Sumatera Utara, Pustu yang masih dalam proses penanganan antara lain berada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, seperti Pustu Hutabarangan, Po Simargarap, Sibuluan Nalambok, Sibio-bio, Sigiring-giring, dan Huraba, yang sebagian besar dalam tahap pembangunan ulang dan penyelesaian renovasi.

Adapun seluruh Pustu di Sumatera Barat telah kembali beroperasi sepenuhnya, menandakan percepatan pemulihan yang merata di wilayah tersebut.

Selain Pustu, pemulihan fasilitas kesehatan (faskes) secara menyeluruh juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari total 130 rumah sakit pemerintah di tiga provinsi, sebanyak 87 unit terdampak bencana. Pada awal Desember 2025, terdapat 9 rumah sakit yang sempat berhenti beroperasi, namun kini seluruhnya telah kembali berfungsi normal.

Di tingkat layanan dasar, dari 1.265 puskesmas yang ada, sebanyak 867 unit terdampak dan sempat membuat 152 puskesmas tidak beroperasi. Saat ini, seluruh puskesmas tersebut telah kembali melayani masyarakat, sehingga akses layanan kesehatan di tingkat kecamatan telah pulih sepenuhnya.

Percepatan rehabilitasi ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya peran Kementerian Kesehatan yang secara aktif turun ke lapangan bersama relawan dan tenaga kesehatan untuk memastikan layanan kembali berjalan.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat tersebut dan menegaskan pentingnya keberlanjutan layanan kesehatan bagi penyintas.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Menkes karena beliau turun langsung dan betul-betul bekerja mengendalikan dengan semua relawan dan kekuatannya, sehingga kurang dari satu bulan semua RSUD sudah operasional 100 persen,” ujar Tito di Jakarta, 25 Maret 2026.

Tito menegaskan pemulihan fasilitas kesehatan hingga tingkat paling bawah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

“Kemudian juga Puskesmas yang tadinya 867, tidak sedikit, sudah 100 persen operasional. Tinggal Puskesmas Pembantu (Pustu) yang masih kita selesaikan, ini penting karena untuk berobat dan lain-lain,” tuturnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Dorong Anak Muda Ambil Peran dalam Pemasaran Digital Produk Lokal
Pemerintah Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui PP TUNAS
Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Komitmen Percepat Program Tiga Juta Rumah melalui Insentif BPHTB dan PBG
Kemendagri Apresiasi Daerah Berprestasi untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting
Insentif Fiskal Jadi Strategi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tingkatkan Kualitas Pemerintahan Daerah
Papua Pegunungan Inisiasi Perdasi Pertama untuk Penanganan Pascakonflik Perang Suku
Rakor di NTB, Mendagri Tito Karnavian Soroti Penguatan Stabilitas Politik dan Keamanan Daerah
Indonesia Perkuat Posisi Strategis di Forum Ecosperity Week 2026 Singapura

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:17 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Anak Muda Ambil Peran dalam Pemasaran Digital Produk Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:08 WIB

Pemerintah Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui PP TUNAS

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:54 WIB

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Komitmen Percepat Program Tiga Juta Rumah melalui Insentif BPHTB dan PBG

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:47 WIB

Kemendagri Apresiasi Daerah Berprestasi untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:03 WIB

Insentif Fiskal Jadi Strategi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tingkatkan Kualitas Pemerintahan Daerah

Berita Terbaru