Pentingnya Sistem Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pembangunan Papua, Menurut Wamendagri Bima Arya

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta untuk memberikan atensi terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di wilayah Papua. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto jelas telah menempatkan Papua sebagai salah satu fokus utama dalam agenda pembangunan di Indonesia. Kemendagri pun didorong untuk mengambil langkah-langkah khusus guna menyelesaikan permasalahan yang masih terjadi di Bumi Cenderawasih.

Hal ini menjadi penekanan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Provinsi Papua tentang Penatausahaan, Akuntansi, dan Pelaporan dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) di Yello Hotel, Jakarta, Jumat (29/11/2024).

“Kalau Papua mendapatkan atensi khusus dari Bapak Presiden Prabowo, tentu harus diturunkan, dijabarkan oleh kami semua sebagai pembantu presiden,” katanya.

Bima menjelaskan, pemerintah sangat menaruh perhatian besar terhadap masyarakat Papua. Hal itu tercermin dari alokasi anggaran yang signifikan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), sejak tahun 2002 hingga 2021, anggaran untuk Papua sudah mencapai Rp100 triliun. “[Dana] otsusnya (otonomi khusus) sekitar Rp75 triliun, dan dana tambahan infrastruktur sisanya sekitar Rp24 triliun,” tegasnya.

Penyaluran anggaran tersebut, lanjut Bima, telah memberikan dampak positif, terutama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua. Buktinya, IPM Papua kini tidak lagi berada dalam kategori rendah, tetapi telah meningkat masuk ke dalam kategori sedang.

“IPM tumbuh karena aksi afirmasi dan IPM tumbuh karena alokasi anggaran yang sangat besar tadi,” ujarnya.

Apalagi Bima melihat potensi alam di keenam provinsi di Tanah Papua sangat luar biasa. Menurutnya, hal itu dapat mendukung kebijakan affirmative action yang diterapkan.

“Affirmative action-nya juga luar biasa. Tentu bagaimana kita menyerap dana itu, bagaimana kita mengeksekusi program, dan mempertanggungjawabkan itu juga harus luar biasa. Harapan itu besar,” ujarnya.

Bima pun mewanti-wanti bahwa penambahan anggaran setiap tahun saja tidak cukup. Yang paling penting, kata dia, adalah memastikan penyaluran anggaran tersebut memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Papua.

Selanjutnya, Bima menyampaikan, Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 8 persen. Hal ini penting sebagai langkah untuk menempatkan Indonesia dalam posisi lima besar ekonomi dunia pada 2045. Karena itu, untuk merealisasikannya, setiap provinsi perlu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

“Setiap provinsi pasti ada kendalanya. Karena itu, Bimtek seperti ini, sesi-sesi seperti ini, sebetulnya mengurai kendala-kendala apa yang dihadapi sehingga APBD tidak terserap dengan baik,” ungkapnya.

Bima menekankan, apabila Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak terserap dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga tidak akan meningkat. Oleh karena itu, kata dia, sistem transparansi dan akuntabilitas menjadi kebutuhan mendesak dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Apalagi, di tengah perbedaan tingkat pengawasan di berbagai daerah yang masih menjadi kendala.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Haluk Beri Semangat ASN Papua Pegunungan dan Jayawijaya
Pemprov Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat Bersinergi Tangani Pengungsi
Mendagri Tito Karnavian Sebut Inflasi Indonesia Masih Jauh Lebih Baik Dibanding Negara Lain
Refleksi Nilai Rukun di Tengah Ancaman Konflik Sosial dan Premanisme
Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian Tekankan Pentingnya Negara Melawan Premanisme
Kecelakaan Kerja di Dapur MBG Jadi Sorotan, KP MBG Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat
Abdul Aziz Adwani Kenang Perjuangan PKS Menghadirkan Sekolah Gratis
Pemerintah dan Tokoh Adat Sepakat Hentikan Konflik di Wamena

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:30 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Beri Semangat ASN Papua Pegunungan dan Jayawijaya

Senin, 18 Mei 2026 - 12:21 WIB

Pemprov Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat Bersinergi Tangani Pengungsi

Senin, 18 Mei 2026 - 12:14 WIB

Mendagri Tito Karnavian Sebut Inflasi Indonesia Masih Jauh Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Senin, 18 Mei 2026 - 09:36 WIB

Refleksi Nilai Rukun di Tengah Ancaman Konflik Sosial dan Premanisme

Senin, 18 Mei 2026 - 09:24 WIB

Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian Tekankan Pentingnya Negara Melawan Premanisme

Berita Terbaru