Pemprov Banten Dorong Konservasi Tanaman Lokal sebagai Bagian dari Pelestarian Adat

Minggu, 4 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang – Kegiatan budaya tahunan Seba Baduy yang dilaksanakan Sabtu, (3/5/2025) kembali menjadi ruang refleksi bagi masyarakat adat dan pemerintah. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dr. Ir. H. Agus M. Tauchid, S., M.Si., menyampaikan pentingnya pendekatan yang menghormati kearifan lokal dalam pembangunan wilayah Baduy.

Menurutnya, masyarakat Baduy masih sangat memegang teguh prinsip adat yang disebut teuwasa yang berarti larangan atau pantangan dalam adat. Aturan ini secara tegas menolak segala bentuk modernisasi teknologi, termasuk dalam bidang pertanian.

“Kalau kita ingin memperbaiki benih, mereka tetap memilih benih lokal. Bahkan jika produksi bisa ditingkatkan dua kali setahun, mereka menolak. Bagi mereka, satu kali panen dalam setahun adalah bagian dari adat yang tidak bisa dilanggar,” ujar Dr. Agus kepada wartawan saat diwawancarai.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang paling memungkinkan bukanlah dengan memaksa perubahan teknologi, melainkan dengan memperkuat konservasi kawasan. “Konservasi alam di wilayah Baduy harus diperkuat. Misalnya dengan pengembangan tanaman buah lokal seperti durian. Durian Baduy jika dikembangkan dan diinduksi dengan varietas unggul Banten, bisa kita daftarkan sebagai varietas nasional,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai lebih selaras dengan pola hidup masyarakat Baduy yang menjaga keseimbangan alam dan adat. Dr. Agus berharap, ke depan pemerintah bisa lebih bijak dalam merancang program pembangunan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya lokal.

“Kuncinya adalah harmoni antara pembangunan dan tradisi. Jika itu dijaga, maka keberlanjutan bisa tercapai tanpa harus mengorbankan jati diri masyarakat adat,” pungkasnya.

( Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Menag Tekankan Agama sebagai Kompas di Tengah Disrupsi Teknologi
PW Mathla’ul Anwar Banten Paparkan Kiprah di Muktamar dan Munas
Balita Kejang Berhasil Diselamatkan, Polisi Antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten
Pokja Wartawan Pandeglang Soroti Tantangan Media Digital dalam Halal Bihalal
Prof. Soleh Hidayat Optimistis, Mathla’ul Anwar Bisa Sejajar NU dan Muhammadiyah
Dukungan Bupati Kuat, Ketua LPTQ Serang Siapkan Regenerasi Qori
Forkopimda Pandeglang Hadiri Penutupan Kejuaraan Bulu Tangkis Spirit 152
BAZNAS Banten Luncurkan Program Jumat Berbagi bagi Siswa SMA dan SMK

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 14:50 WIB

Menag Tekankan Agama sebagai Kompas di Tengah Disrupsi Teknologi

Minggu, 12 April 2026 - 09:19 WIB

PW Mathla’ul Anwar Banten Paparkan Kiprah di Muktamar dan Munas

Sabtu, 11 April 2026 - 22:02 WIB

Balita Kejang Berhasil Diselamatkan, Polisi Antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten

Sabtu, 11 April 2026 - 21:53 WIB

Pokja Wartawan Pandeglang Soroti Tantangan Media Digital dalam Halal Bihalal

Sabtu, 11 April 2026 - 21:48 WIB

Prof. Soleh Hidayat Optimistis, Mathla’ul Anwar Bisa Sejajar NU dan Muhammadiyah

Berita Terbaru