Pemda Diminta Kurangi Buat Aplikasi, Kemendagri Dorong GovTech dan Super Platform

Kamis, 13 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk berinovasi tanpa menciptakan aplikasi baru. Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Penilaian Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2024 di Aula BSKDN, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

“Di Indonesia, saat ini kita memiliki 27.000 aplikasi yang tersebar di seluruh kementerian/lembaga dan instansi. Apabila masyarakat Indonesia diharuskan mengunduh satu per satu aplikasi tersebut, kapasitas RAM dan memori handphone kebanyakan masyarakat kita tidak akan mampu menginstall seluruhnya,” ungkap Yusharto.

Dia melanjutkan, banyaknya aplikasi yang ada disebabkan prinsip yang keliru dalam berinovasi, yakni satu inovasi satu aplikasi. Prinsip tersebut perlu diluruskan, sehingga ke depan daerah dapat menciptakan inovasi yang lebih efektif tanpa perlu aplikasi baru.

Indonesia saat ini, kata Yusharto, juga tengah memasuki era digital government yang ditandai dengan lahirnya GovTech. Aplikasi ini diarahkan untuk mendukung keterpaduan dan keselarasan layanan publik agar lebih mudah diakses masyarakat.

Di lain sisi, sejumlah daerah juga telah mengembangkan super platform atau portal layanan publik yang terintegrasi, misalnya di Jakarta terdapat Jakarta Kini (JAKI), Sapa Warga di Jawa Barat, Jogja Smart Service (JSS) di Yogyakarta, Layanan Tangerang Live di Kota Tangerang, Tahu Sumedang di Sumedang, Bantul Pedia di Bantul, dan sebagainya.

“Ini menandakan Pemda sudah mulai berkomitmen mengurangi jumlah aplikasi, dengan menurunkan ego sektoral antarperangkat daerah dan lebih mengedepankan prinsip efisiensi pelayananan yang terintegrasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto mengatakan, seiring tren pelaporan inovasi daerah yang semakin meningkat, daerah diharapkan dapat terus memastikan keberlanjutan inovasi yang sudah ada dengan menerapkan metode replikasi. Upaya replikasi tidak hanya akan meningkatkan pelaporan inovasi, tetapi juga dapat memperkuat ekosistem inovasi di daerah.

“Untuk menghadirkan inovasi yang tepat, pemerintah perlu berinisiatif untuk memetakan dan menggali khazanah dan potensi-potensi yang belum dimanfaatkan dengan maksimal,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kasatgas Tito Karnavian Apresiasi BNPB dan Pemda atas Pembangunan Huntara di Kabupaten Agam
Kasatgas Tito Karnavian Apresiasi Gotong Royong Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Tapteng
Swasembada Pangan sebagai Pilar Utama Ketahanan Nasional Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Ketahanan PLTA Sipansihaporas Pascabencana di Tapanuli Tengah
Jembatan Sementara dan Normalisasi Sungai Percepat Pemulihan Tapteng
Kehadiran Presiden Prabowo pada HPN 2026 dan Pembangunan Museum Siber oleh SMSI
Kunjungi Dusun Sunting, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian Salurkan Bantuan Pascabencana di Aceh Tamiang
Persiapan APCAT Summit 2026, Wamendagri Bima Arya Dorong Kolaborasi Kepala Daerah Asia Pasifik

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:54 WIB

Kasatgas Tito Karnavian Apresiasi BNPB dan Pemda atas Pembangunan Huntara di Kabupaten Agam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:09 WIB

Kasatgas Tito Karnavian Apresiasi Gotong Royong Pemulihan Sekolah Pascabanjir di Tapteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:24 WIB

Swasembada Pangan sebagai Pilar Utama Ketahanan Nasional Indonesia

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:57 WIB

Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Ketahanan PLTA Sipansihaporas Pascabencana di Tapanuli Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:48 WIB

Jembatan Sementara dan Normalisasi Sungai Percepat Pemulihan Tapteng

Berita Terbaru