MDMC Muhammadiyah Perkuat Respons Kemanusiaan melalui Pembangunan Hunian Darurat

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, Tapanuli Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menuntaskan pendirian hunian darurat bagi para penyintas bencana di Pos Layanan Muhammadiyah Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

‎Sebanyak 31 unit hunian darurat dibangun untuk menampung 148 penyintas.

‎“Hunian ini kami siapkan sebagai ruang tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga terdampak,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi LRB-MDMC PWM Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha.

‎Penyerahan hunian darurat dilakukan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan berlangsung sederhana namun sarat makna.

‎Muhammad Taufiq Ulinuha memimpin langsung prosesi serah terima secara simbolis kepada para penyintas yang selama ini mengungsi di MDA Batu Hula.

‎“Kami ingin memastikan bahwa respons Muhammadiyah tidak berhenti pada fase tanggap darurat saja, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat,” ungkapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Taufiq menegaskan bahwa hunian darurat bukan sekadar bangunan fisik.

‎“Hunian ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi ruang aman bagi penyintas untuk kembali menata kehidupan sehari-hari,” katanya.

‎Ia menambahkan, keberadaan hunian darurat diharapkan dapat “mengurangi beban psikologis warga dan menumbuhkan kembali rasa aman setelah bencana.”

‎Respons positif datang dari para penerima manfaat. Salah seorang penyintas mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.

‎“Kami merasa lebih tenang dan aman. Dibandingkan di tempat pengungsian sebelumnya, hunian ini jauh lebih nyaman untuk keluarga,” tuturnya.

‎Ia menyebut kehadiran hunian darurat membuat para penyintas “bisa beristirahat dengan layak dan mulai bangkit perlahan.”

‎Selain pembangunan hunian, Tim MDMC Jawa Tengah juga melakukan koordinasi lanjutan dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Batu Hula.

‎Dukungan pendanaan berasal dari Lazismu Jawa Tengah.

‎Meski sebagian besar personel telah kembali ke Jawa Tengah, empat personel MDMC masih bertahan selama sepekan ke depan.

‎“Asistensi lanjutan tetap kami lakukan agar hunian ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Taufiq.

‎Melalui langkah ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam kerja-kerja kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

(waw)

Berita Terkait

Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Enam Unit Excavator Diserahkan ke Pihak Berwenang
Gerindra Sumut Targetkan 1.000 Paket Takjil Harian di Seluruh DPC
AMPHIBI Dukung PT KINRA Wujudkan KEK Sei Mangkei sebagai Kawasan Industri Hijau
Pendirian Rumah Tahfiz di Serambi Babussalam Simalungun Diharapkan Bangun Peradaban
Adaptif terhadap Regulasi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Dorong Transformasi Layanan PT Sri Pamela Medika Nusantara
Peran Historis Kebun Batangtoru di Bawah Holding Perkebunan Nusantara
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Lewat Kehadiran Ruang KRIS di Sri Pamela Medika Nusantara
Fraksi Gerindra: Pemberantasan Narkoba di Binjai Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:56 WIB

Penegakan Hukum Tambang Ilegal, Enam Unit Excavator Diserahkan ke Pihak Berwenang

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:29 WIB

Gerindra Sumut Targetkan 1.000 Paket Takjil Harian di Seluruh DPC

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:05 WIB

AMPHIBI Dukung PT KINRA Wujudkan KEK Sei Mangkei sebagai Kawasan Industri Hijau

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:03 WIB

Pendirian Rumah Tahfiz di Serambi Babussalam Simalungun Diharapkan Bangun Peradaban

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:59 WIB

Adaptif terhadap Regulasi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Dorong Transformasi Layanan PT Sri Pamela Medika Nusantara

Berita Terbaru