JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Marc Marquez memanfaatkan drama pada awal hingga akhir balapan untuk memenangi sprint race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026). Kemenangan ini bukan sekadar menjadi yang pertama bagi pebalap Ducati Lenovo tersebut di balapan sprint Mandalika, melainkan juga mengantarkannya ke puncak klasemen sementara MotoGP musim ini.
Marquez finis pertama dengan catatan waktu 19 menit 37,125 detik. Ia mengungguli pebalap Jepang, Ai Ogura, yang membela Trackhouse, dengan selisih 0,509 detik. Posisi ketiga ditempati Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team, terpaut 0,835 detik dari sang pemenang.
Persaingan di Sirkuit Mandalika berlangsung dramatis sejak tikungan pertama. Raul Fernandez, yang memulai balapan dari posisi terdepan atau pole position, gagal memanfaatkan keunggulan tersebut. Pebalap Trackhouse itu terlibat insiden bersama Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing sehingga keduanya terjatuh dan tidak dapat melanjutkan perlombaan.
Insiden tersebut mengubah susunan pebalap di barisan depan. Jorge Martin dari Aprilia Racing mengambil alih pimpinan lomba, sedangkan Marquez membayangi di posisi kedua. Fabio Di Giannantonio juga mampu bertahan dalam persaingan kelompok terdepan.
Martin kemudian berusaha memperlebar jarak dari Marquez. Pebalap Spanyol itu sempat membangun keunggulan lebih dari satu detik sehingga terlihat memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan sprint.
Namun, persaingan berubah ketika balapan memasuki lima lap terakhir. Martin kehilangan momentum dan Marquez mengambil alih posisi terdepan. Situasi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan tekanan ban yang membuat Martin harus mengatur kecepatan dan tidak dapat mempertahankan ritme balapnya seperti sebelumnya.
Martin belum menyerah. Ia berusaha mengejar Marquez untuk merebut kembali posisi pertama. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Martin melebar saat memasuki bagian akhir perlombaan sehingga kehilangan posisi dan turun ke urutan keempat.
Kesempatan itu dimanfaatkan Ogura dan Di Giannantonio untuk naik ke posisi kedua dan ketiga. Marquez pun dapat mempertahankan keunggulannya hingga garis finis, meskipun Ogura berusaha memperkecil jarak pada lap terakhir.
Bagi Marquez, kemenangan ini memiliki arti penting mengingat rekam jejaknya yang kurang beruntung di Mandalika. Pebalap berusia 33 tahun tersebut sebelumnya mengalami sejumlah kendala dan insiden di sirkuit itu, termasuk kecelakaan yang menyebabkan cedera tulang selangka dan mengakhiri musimnya pada tahun lalu.
Kemenangan pada Sabtu sekaligus memperkuat posisi Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Tambahan 12 poin dari sprint membuatnya mengumpulkan 343 poin dan mengambil alih posisi teratas klasemen sementara.
Martin kini berada di peringkat kedua dengan 339 poin, tertinggal empat poin dari Marquez. Sementara itu, Bezzecchi tetap berada di urutan ketiga dengan 284 poin meskipun gagal finis dalam sprint Mandalika.
Hasil tersebut membuat balapan utama pada Minggu (11/10/2026) menjadi semakin menentukan. Marquez memiliki peluang memperlebar keunggulan, tetapi Martin masih berpeluang merebut kembali posisi puncak klasemen. Dengan selisih poin yang tipis, hasil balapan utama dapat kembali mengubah persaingan menuju gelar juara dunia.
Bagi Marquez, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan posisi di klasemen, melainkan juga menuntaskan balapan utama Mandalika dengan hasil maksimal. Setelah berhasil mengatasi tekanan dalam sprint, ia kini memiliki modal penting untuk menghadapi persaingan yang diperkirakan kembali berlangsung ketat. (ihd)














