JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan meninjau Laboratorium Bahasa Prancis di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/5/2025). Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan mendampingi kunjungan tersebut, yang menjadi bagian dari lawatan Macron ke Indonesia sejak 27 Mei.
Laboratorium tersebut menjadi pusat pelatihan bahasa bagi prajurit TNI yang disiapkan untuk mengikuti pelatihan dan transfer teknologi di Prancis. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, laboratorium itu digunakan oleh calon operator alat utama sistem senjata (alutsista) buatan Prancis.
“Para prajurit, perwira, dan bintara telah mempersiapkan diri dengan baik, termasuk penguasaan bahasa Prancis. Ini penting karena mereka akan mengikuti pelatihan langsung di Prancis,” kata Sjafrie saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (27/5/2025) malam.
Sejalan dengan program modernisasi alutsista, Indonesia sejak 2022 telah memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault Aviation dan dua kapal selam Scorpene dari Naval Group. Unit pertama Rafale dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal 2026.
Sebanyak 104 prajurit TNI dari tiga matra kini mengikuti kursus bahasa Prancis di Akmil Magelang. Mereka terdiri atas 40 prajurit Angkatan Darat, 30 dari Angkatan Laut, dan 30 dari Angkatan Udara, serta didampingi empat pelatih.
Selain meninjau laboratorium, Presiden Macron juga dijadwalkan mengunjungi Candi Borobudur. “(Presiden Macron) akan ke Borobudur,” ujar Sjafrie, membenarkan rencana kunjungan ke cagar budaya yang juga berlokasi di Magelang itu.
Presiden Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron tiba di Jakarta, Selasa malam, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah merampungkan kunjungan kenegaraan di Hanoi, Vietnam. Lawatan Macron ke Indonesia merupakan bagian dari kunjungan ke kawasan Indo-Pasifik, termasuk ke Singapura setelah Indonesia.
Di Jakarta, Rabu (28/5), Presiden Macron akan disambut secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Keduanya dijadwalkan memimpin pertemuan bilateral dan menyaksikan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelumnya telah meninjau kesiapan di Akmil, termasuk aktivitas di Laboratorium Bahasa Prancis, pada 9 Mei lalu. Kunjungan itu menjadi simbol kerja sama pertahanan dan pendidikan militer yang kian erat antara Indonesia dan Prancis. (ihd)














