Lulusan UMY Rata-rata Terserap Kerja dalam 3,9 Bulan, Employer Reputation Naik 67 Persen

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan UMY bersama dosen dan mahasiswa berfoto bersama dalam kegiatan Syukuran QS WUR 2027 yang berhasil dicapai oleh UMY

Pimpinan UMY bersama dosen dan mahasiswa berfoto bersama dalam kegiatan Syukuran QS WUR 2027 yang berhasil dicapai oleh UMY

JENDELANUSANTARA.COM, Lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) rata-rata hanya membutuhkan waktu 3,9 bulan untuk terserap ke dunia kerja. Capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong lonjakan skor Employer Reputation UMY sebesar 67 persen dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027.

Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh indikator yang berkaitan dengan aspek employability pada QS WUR 2027.

Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa keterserapan lulusan (employability) menjadi salah satu fokus utama pengembangan UMY, meskipun universitas juga terus memperkuat bidang riset dan kewirausahaan.

“Kami sangat concern terhadap employability, keterserapan lulusan, dan juga employer impact. Dampak ini lebih luas, yakni bagaimana alumni UMY mampu menjadi pemimpin di berbagai bidang, termasuk organisasi, politik, industri, dan sektor lainnya,” ujar Slamet dalam kegiatan Syukuran QS WUR 2026 di UMY, Rabu (24/6).

Dalam QS WUR, aspek employability diukur melalui dua indikator utama, yaitu Employer Reputation dan Employment Outcomes. Employer Reputation mengukur persepsi pemberi kerja di seluruh dunia terhadap kualitas lulusan suatu perguruan tinggi, sedangkan Employment Outcomes menilai tingkat keterserapan kerja sekaligus dampak yang dihasilkan alumni setelah lulus.

Menurut Slamet, indikator dampak alumni yang digunakan QS tidak hanya melihat apakah lulusan telah memperoleh pekerjaan, tetapi juga menilai kontribusi dan pencapaian mereka di berbagai bidang.

“Berdasarkan data yang kami miliki, masa tunggu kerja lulusan UMY rata-rata 3,9 bulan. Selain itu, QS juga menilai dampak alumni, misalnya mereka yang memperoleh penghargaan, menjadi pemimpin bisnis, pemimpin organisasi, maupun pemimpin politik. Aspek-aspek inilah yang turut diperhitungkan dalam penilaian,” jelasnya.

Pada QS WUR 2027, kedua indikator tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. SkorBEmployer Reputation meningkat sebesar 67 persen, sementara Employment Outcomes naik 37 persen.

Capaian UMY dalam aspek employability juga mendapat pengakuan dari sistem pemeringkatan internasional lainnya. Dalam Times Higher Education Sustainability Impact Rankings (THE Impact Rankings) 2026, UMY menempati peringkat 101–200 dunia untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Peringkat tersebut menjadi capaian terbaik UMY di antara seluruh indikator yang dinilai dalam THE Impact Rankings 2026.

Beberapa subindikator yang mendukung pencapaian tersebut antara lain persentase mahasiswa yang mengikuti program work placement atau magang sebesar 95,1 persen, jaminan kontrak kerja bagi tenaga kependidikan sebesar 74,8 persen, serta pengeluaran per karyawan yang mencerminkan komitmen UMY sebagai institusi pemberi kerja yang bertanggung jawab.

Slamet menilai capaian employability UMY dalam berbagai pemeringkatan internasional bukanlah hasil yang berdiri sendiri. Menurutnya, kinerja tersebut merupakan refleksi dari ekosistem pendidikan yang dibangun secara menyeluruh, mulai dari kualitas pembelajaran, penguatan jejaring industri, program magang, hingga budaya kewirausahaan yang ditanamkan kepada mahasiswa sejak masa studi.

“Pada akhirnya, keterserapan dan dampak alumni merupakan cerminan kualitas ekosistem pendidikan yang dibangun universitas. Karena itu, kami terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperluas peluang mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional sejak masih kuliah,” pungkasnya. (LSI)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Mahasiswa UGM Edukasi Warga Pokoh Kidul Wonogiri Waspada Penipuan Digital
Harga Cabai Rawit Melonjak, Tembus Rp67.350 per Kilogram
Sambut HUT RI, Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Hadir di Langkat
FJI Kecam Dugaan Konten Tukar Hafalan Al-Qur’an dengan Miras, Minta Polisi Bertindak Profesional
Bekasi Catat 83,10 Persen Pemuda Tak Merokok, Pemkot Dorong Lingkungan Sehat
Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, AMPHIBI Gelar Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur
Puluhan Pelajar Wonosobo Ikuti Pembinaan Paskibra, Siap Jadi Teladan Generasi Muda
Konferensi Sungai Trawas Tuai Sorotan, Sejumlah Pihak Persoalkan Aspek Prosedural

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:51 WIB

Mahasiswa UGM Edukasi Warga Pokoh Kidul Wonogiri Waspada Penipuan Digital

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Harga Cabai Rawit Melonjak, Tembus Rp67.350 per Kilogram

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Sambut HUT RI, Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Hadir di Langkat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:13 WIB

FJI Kecam Dugaan Konten Tukar Hafalan Al-Qur’an dengan Miras, Minta Polisi Bertindak Profesional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Bekasi Catat 83,10 Persen Pemuda Tak Merokok, Pemkot Dorong Lingkungan Sehat

Berita Terbaru

Nasional

Capaian Kinerja hingga September 2026 Dipaparkan Mendagri

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:12 WIB