Lemhannas Siapkan Skenario Krisis Jika Perang Iran-Israel Berlarut

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyiapkan sejumlah skenario ketahanan nasional jika konflik antara Iran dan Israel terus memburuk dan memicu krisis global berkepanjangan. Kajian tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah Indonesia terhadap gejolak geopolitik dunia.

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/6/2025), menjelaskan bahwa lembaganya telah melakukan pemantauan intensif sejak memanasnya konflik antara dua negara di Timur Tengah tersebut. Selain monitoring, Lemhannas juga menyusun peta jalan (roadmap) sebagai skenario respons nasional jika eskalasi konflik berdampak langsung terhadap Indonesia.

“Lemhannas melakukan kajian krisis, termasuk juga proyeksi, prediksi, dan penyusunan roadmap berdasarkan sejumlah skenario, mulai dari kuadran 1 sampai kuadran 4. Ini sudah menjadi standar kerja kami,” kata Ace.

Kajian yang dilakukan Lemhannas, lanjut Ace, dibagi menjadi tiga kategori, yakni kajian cepat, menengah, dan jangka panjang. Seluruh hasil kajian disampaikan sebagai masukan kepada pemerintah, terutama Presiden Prabowo Subianto, secara tertutup sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ace menegaskan bahwa seluruh masukan dan laporan bersifat rahasia. Namun, dia memastikan bahwa laporan tersebut mencakup pembaruan berkala mengenai dinamika geopolitik dan geoekonomi global, serta potensi pengaruhnya terhadap ketahanan nasional Indonesia, termasuk pada aspek ekonomi.

Eskalasi Konflik
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam setelah pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan operasi militer besar-besaran pada Jumat (13/6) dini hari. Serangan udara Israel menghantam sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran, termasuk di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Pemerintah Israel menyebut serangan itu sebagai langkah pre-emptive untuk mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Teheran. Menurut klaim otoritas militer dan intelijen Israel, Iran dinilai telah mendekati “titik tanpa kembali” dalam program pengayaan uranium-nya.

Sebaliknya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan besar. Iran merespons lewat peluncuran Operasi Janji Sejati (Operation True Promise) 3, yang disebut sebagai balasan langsung terhadap serangan Israel.

Sejumlah pejabat senior militer dan ilmuwan nuklir Iran dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sebagaimana diberitakan media lokal Iran.

Potensi Dampak bagi Indonesia
Konflik yang terus bereskalasi dikhawatirkan berdampak pada stabilitas energi, perdagangan global, hingga keamanan kawasan. Menurut sejumlah analis geopolitik, ketegangan tersebut bisa memicu efek domino terhadap rantai pasok global, termasuk komoditas strategis yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah.

Dalam konteks ini, Lemhannas menilai pentingnya kesiapan nasional menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk krisis energi, inflasi, dan gangguan stabilitas ekonomi-politik.

“Dampaknya tidak hanya pada aspek militer atau keamanan, tapi juga bisa langsung memukul ketahanan ekonomi kita. Karena itu, skenario harus disiapkan sejak dini,” ujar Ace.

Lemhannas menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembaruan strategis dan analisis kebijakan kepada pemerintah, seiring perkembangan situasi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian. (ihd)

Berita Terkait

Anggaran Tambahan Rp24,8 Triliun Diusulkan, Kemenag Dorong Kesetaraan Madrasah
Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana
Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 17:02 WIB

Anggaran Tambahan Rp24,8 Triliun Diusulkan, Kemenag Dorong Kesetaraan Madrasah

Sabtu, 4 April 2026 - 13:15 WIB

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Berita Terbaru