JENDELANUSANTARA.COM, Interlagos — Di bawah langit mendung Interlagos, Lando Norris tampil tanpa cela. Pebalap McLaren asal Inggris itu menuntaskan Grand Prix Brasil 2025 dengan kemenangan meyakinkan, sekaligus mempertegas posisinya sebagai kandidat kuat juara dunia Formula 1 musim ini.
Memulai lomba dari posisi terdepan, Norris langsung tancap gas meninggalkan rombongan di belakangnya. Dalam tempo satu jam 32 menit 1,596 detik, ia melintasi garis finis dengan keunggulan 10,388 detik atas Kimi Antonelli (Mercedes). Juara dunia tiga kali, Max Verstappen (Red Bull), melengkapi podium setelah melesat dari pit lane menuju posisi ketiga.
Kemenangan ini menjadi yang ketujuh bagi Norris sepanjang musim, membuat perolehan poinnya menembus 390 poin. Ia unggul 24 poin atas rekan setimnya, Oscar Piastri (366 poin), dan 49 poin dari Verstappen (341 poin).
Balapan di Interlagos tak ubahnya drama penuh ketegangan. Di lap pertama, penonton lokal dibuat terpana ketika Gabriel Bortoleto (Sauber) kehilangan kendali dan menabrak pembatas lintasan. Safety car langsung masuk ke trek. Setelah restart, kekacauan berlanjut ketika Piastri, Antonelli, dan Charles Leclerc (Ferrari) bersenggolan di sektor dua.
Leclerc terpaksa mengakhiri lomba lebih cepat, sementara Piastri diganjar penalti 10 detik karena dianggap menjadi penyebab insiden. Ferrari pun kembali gagal membawa pulang poin setelah Lewis Hamilton juga menghentikan lomba akibat masalah teknis.
Verstappen sempat mengalami nasib sial di awal balapan dengan ban pecah. Namun, mental juara dunia berbicara: ia membalas dengan deretan manuver agresif, menyalip satu demi satu mobil hingga akhirnya finis di posisi tiga besar.
Antonelli juga tampil menawan. Pebalap muda Italia itu menahan tekanan Verstappen di lap-lap akhir, mengamankan podium kedua—hasil terbaik dalam karier debut musimnya di Formula 1.
Di belakang trio teratas, George Russell (Mercedes) finis keempat, disusul Piastri yang kehilangan momentum karena penalti. Ollie Bearman (Haas) kembali mencuri perhatian lewat performa stabil di posisi keenam, sementara duo Racing Bulls, Liam Lawson dan Isack Hadjar, menuntaskan balapan dengan poin berharga di posisi ketujuh dan kedelapan.
Meski tampak mulus, Norris mengakui balapan di Brasil bukan perkara mudah. “Grip lintasan berubah-ubah, terutama setelah dua kali safety car. Tapi mobil bekerja sempurna hari ini,” ujarnya.
Dengan tiga seri tersisa, McLaren kini menjadi tim paling solid musim ini. Norris berdiri di ambang gelar dunia pertamanya, sementara Piastri terus menempel ketat. Di sisi lain, Red Bull dan Mercedes berjuang keras menjaga asa di tengah dominasi oranye McLaren. (ihd)














