Kendala Operasional MBG di Sleman, DPD RI Ahmad Syauqi Minta Penguatan Koordinasi Pusat dan Daerah

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Sleman – Anggota Komite III DPD RI, Ahmad Syauqi Soeratno, mendesak dilakukan evaluasi total terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya di Kabupaten Sleman.
‎
‎Hal itu disampaikan Syauqi saat kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogotirto, Kapanewon Berbah, Senin (13/10).
‎
‎“Kami ingin memastikan program ini benar-benar berjalan sesuai tujuan undang-undang, bukan hanya administratif, tapi juga manfaat langsung bagi anak-anak,” tegasnya.
‎
‎Dalam dialog bersama jajaran SPPG Jogotirto, Syauqi menyoroti pentingnya transparansi dan pembenahan sistem distribusi MBG.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa pengawasan harus dilakukan sejak bahan makanan masuk hingga tiba di sekolah.
‎
‎“Kehadiran kami bukan semata karena kasus beberapa waktu lalu, tapi untuk menggali informasi menyeluruh—dari dapur hingga piring siswa. Itu yang jauh lebih penting,” ujarnya menekankan.
‎
‎Dari hasil peninjauan, Syauqi menemukan fakta bahwa operasional SPPG sempat terhenti akibat tersendatnya transfer dana dari pusat.
‎
‎“Kami dapati bahwa layanan sempat berhenti, sehingga anak-anak sekolah tidak mendapat makan siang gratis yang menjadi haknya,” ungkapnya.
‎
‎Ia menilai persoalan ini menjadi sinyal perlunya koordinasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaksana lapangan agar program gizi tidak terhenti.
‎
‎Usai meninjau SPPG, Syauqi melanjutkan kunjungan ke SMPN 3 Berbah. Kepala sekolah, Siti Rohmah, menjelaskan bahwa kasus keracunan yang sempat terjadi di sekolahnya dipicu oleh miskomunikasi waktu pengantaran makanan.
‎
‎Menanggapi hal itu, Syauqi menegaskan akan membawa seluruh temuan ke rapat dengar pendapat di DPD RI.
‎
‎“Segala informasi akan kami kompilasi dan bahas bersama stakeholder untuk mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tak terulang. Anak didik kita harus mendapatkan makanan bergizi secara aman dan berkelanjutan,” pungkasnya.(waw)

Berita Terkait

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna
Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan
Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani
Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka
Road to DESIK 2026 Hadirkan Musik dan Ruang Ekspresi Kesehatan Mental Anak Muda
Bio Farma Ungkap Strategi Rantai Pasok Vaksin saat Darurat Kesehatan
Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:34 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12 WIB

Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna

Sabtu, 26 September 2026 - 14:08 WIB

Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan

Jumat, 25 September 2026 - 13:27 WIB

Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani

Jumat, 25 September 2026 - 13:16 WIB

Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka

Berita Terbaru