Kemenag Gaungkan Ekoteologi di Mesir, Agama Menjaga Harmoni Sosial Global

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Lubenah Amir dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Mesir. (Kemenag)

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Lubenah Amir dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Mesir. (Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) mengangkat konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Kairo, Mesir. Forum itu menjadi ruang refleksi bersama tentang kontribusi nilai-nilai keagamaan dalam merespons krisis global yang kian kompleks.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lubenah Amir, yang tampil sebagai pembicara, menegaskan bahwa agama memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan zaman, terutama krisis ekologis dan kemanusiaan yang saling berkelindan.

“Dunia modern tengah menghadapi krisis yang saling berkaitan dan saling memengaruhi, mulai dari krisis ekologis, krisis kemanusiaan, krisis makna, hingga krisis kepercayaan,” ujar Lubenah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/2/2026).

Menurut dia, agama tidak semestinya dipahami secara sempit sebagai sekadar praktik ritual atau penanda identitas formal. Lebih dari itu, agama perlu dihadirkan sebagai kekuatan moral yang membangun relasi sosial, menumbuhkan empati, serta memulihkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Agama harus hadir sebagai sumber nilai yang memperbaiki hubungan manusia dengan sesama, dengan alam, dan dengan Tuhan,” katanya.

Lubenah menuturkan, inti ajaran Islam bertumpu pada konsep rahmat atau kasih sayang yang bersifat universal dan melampaui batas ruang serta waktu. Prinsip rahmat bagi seluruh alam itu, menurut dia, menjadi landasan teologis penting bagi pengembangan ekoteologi dan arah pembangunan berkelanjutan berbasis agama.

“Pesan Islam sejak awal bersifat universal dan kosmik. Rahmat tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi kepada seluruh alam,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa dalam praktik kehidupan modern, nilai-nilai universal tersebut kerap terfragmentasi dan terlepas dari kepekaan terhadap penderitaan manusia maupun kerusakan lingkungan. Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menyulam kembali nilai-nilai tersebut agar hadir secara nyata dalam kehidupan sosial.

“Bukan sekadar sebagai wacana normatif, tetapi sebagai spirit yang hidup dalam perilaku sosial, kebijakan publik, dan praktik keberagamaan sehari-hari,” kata Lubenah.

Dalam konteks kebijakan, Lubenah menambahkan bahwa Kemenag menempatkan cinta dan kemanusiaan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan kehidupan beragama. Orientasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai layanan keagamaan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Layanan ini dirancang agar beragama tidak berhenti pada aktivitas ritual, tetapi menjadi praktik yang implementatif dan relevan dengan kebutuhan sosial,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI
THR Ojol Hanya Untuk Pengemudi yang Terdaftar Minimal 12 Bulan, Ini Skema Perhitungannya
Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan
Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat
DPRD Kota Bekasi Desak Klarifikasi Jakarta Usai Longsor Maut di TPST Bantargebang
Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset
Komisi III DPR Geregetan atas Lambannya Polisi Tangani Pengeroyokan Mahasiswa Undip
IGTKI Lampung Gelar Pengajian Akbar, Perkuat Komitmen Pendidikan Anak Usia Dini

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:19 WIB

Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:28 WIB

THR Ojol Hanya Untuk Pengemudi yang Terdaftar Minimal 12 Bulan, Ini Skema Perhitungannya

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:17 WIB

Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:58 WIB

Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat

Senin, 9 Maret 2026 - 22:07 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Klarifikasi Jakarta Usai Longsor Maut di TPST Bantargebang

Berita Terbaru

Yogyakarta

Krista Exhibitions Buka 2026 dengan Jogja Food Expo

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:32 WIB