Kejaksaan Agung Optimalkan Peran Intelijen dalam Pengawalan Program Makanan Bergizi Gratis

Kamis, 30 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kejaksaan Agung, Jakarta – Kamis 30 Januari 2025, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Reda Manthovani memberikan pengarahan kepada jajaran Intelijen di pusat dan daerah dalam rangka pengawalan program prioritas Pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam APBN 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program ini, dengan sasaran penerima sebanyak 19,47 juta orang, terdiri dari anak sekolah hingga ibu hamil dan menyusui. Anggaran tersebut mencakup Rp63,3 triliun untuk pemenuhan gizi nasional dan Rp7,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Badan Gizi Nasional selaku penyelenggara program MBG telah menetapkan tiga skema pelaksanaan, yaitu:

  1. Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur utama.
  2. Dapur di sekolah atau pesantren dengan jumlah siswa minimal 2.000 orang.
  3. Distribusi paket vacuum-sealed untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau.

JAM-Intelijen, menekankan pentingnya peran intelijen dalam mendukung keberhasilan program ini. “Kita bertanggung jawab dalam mengawal dan mengamankan pelaksanaan program MBG agar tetap sesuai sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan merugikan negara dan masyarakat,” ujar Reda Manthovani.

Lebih lanjut, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sekolah, desa, serta instansi terkait, akan terus diperkuat guna melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman terhadap keberlangsungan program ini. Selain itu, penyuluhan hukum kepada masyarakat juga akan dioptimalkan agar pemahaman terkait tujuan dan manfaat program MBG semakin meningkat.

Sejak dimulainya program ini, evaluasi terus dilakukan guna memastikan distribusi yang optimal, keberagaman menu, serta kebersihan makanan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah insiden di salah satu Sekolah Dasar di Jawa Tengah, di mana beberapa siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. “Menyikapi kejadian ini, aparat intelijen Kejaksaan siap mengambil langkah-langkah strategis guna memastikan keamanan serta efektivitas program,” imbuhnya.

Sebagai upaya transparansi dan optimalisasi pengawasan, Kejaksaan akan memanfaatkan platform digital seperti Inteliz dan Jaga Desa untuk memastikan implementasi program berjalan dengan baik dan dana desa yang digunakan tetap tepat sasaran.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah disiapkan, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.(Wan)

Sumber: Puspen Kejagung

Berita Terkait

Sekjen PWI Laskar Sabilillah Nyatakan Dukungan Penuh kepada Polri dalam Operasi Ketupat 2026
Kementerian Ekraf Gandeng Shopee Perluas Akses Pasar Digital
Pemprov Sumsel Siap Terapkan Sistem Merit ASN Secara Substantif dan Berkelanjutan
Ekonomi Banten Tumbuh 5,37 Persen, Andra Soni Optimistis PDRB Terus Meningkat
Pemkot Bekasi Dukung Penerapan Sistem Merit Menuju World Class Bureaucracy 2045
Teuku Riefky Dorong Akselerasi Talenta dan Pendanaan Berbasis KI untuk Desainer Mebel
Parigi Moutong Andalkan Durian dan Perikanan, Pemerintah Fokus Tingkatkan Produktivitas
Kolaborasi Ekraf–APDESI Ditargetkan Ciptakan 80 Ribu Lapangan Kerja Baru

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:03 WIB

Sekjen PWI Laskar Sabilillah Nyatakan Dukungan Penuh kepada Polri dalam Operasi Ketupat 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:05 WIB

Kementerian Ekraf Gandeng Shopee Perluas Akses Pasar Digital

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:13 WIB

Pemprov Sumsel Siap Terapkan Sistem Merit ASN Secara Substantif dan Berkelanjutan

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:33 WIB

Ekonomi Banten Tumbuh 5,37 Persen, Andra Soni Optimistis PDRB Terus Meningkat

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:03 WIB

Pemkot Bekasi Dukung Penerapan Sistem Merit Menuju World Class Bureaucracy 2045

Berita Terbaru