JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Kondisi Jembatan Kewek yang semakin uzur mendorong DPRD Kota Yogyakarta meminta pemerintah pusat memberikan dukungan pendanaan untuk rehabilitasi. Wakil Ketua I DPRD Kota Yogyakarta, Sinarbiyat Nujanat, menegaskan bahwa perbaikan jembatan yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Malioboro itu tak lagi bisa ditunda.
Menurut Sinar, dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk infrastruktur saat ini nihil sehingga Pemkot Yogyakarta tidak dapat mengandalkan dukungan anggaran rutin. “Harapannya bisa mendapat alokasi khusus dari pemerintah pusat. Baik Pemkot maupun DPRD akan berupaya agar Jembatan Kewek ini mendapat prioritas karena sifatnya sangat mendesak,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Politikus Fraksi Gerindra itu menilai struktur jembatan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat mengganggu mobilitas warga dan menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan. “Perhatian pemerintah pusat terhadap jembatan ini penting agar keamanan dan kenyamanan masyarakat terjaga,” katanya.
Sinar juga mendorong Pemkot Yogyakarta menyiapkan langkah kemandirian anggaran, terutama menghadapi kekosongan TKD infrastruktur pada tahun 2026. Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), menurut dia, menjadi salah satu strategi yang harus diperkuat.
“Pemerintah kota perlu mengidentifikasi kembali potensi PAD dan menggali peluang yang ada. Jangan sampai seolah-olah tanpa TKD kita tidak bisa membangun infrastruktur dan hanya mampu melakukan pemeliharaan,” ucapnya.
Ia berharap penguatan PAD dapat membuka ruang fiskal yang lebih luas sehingga pembangunan infrastruktur strategis di Kota Yogyakarta tidak selalu bergantung pada alokasi pusat. (ihd)














