Israel Belum Berhenti, 155 Jenazah Warga Palestina Ditemukan di Tengah Gencatan Senjata

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Gaza usai penarikan pasukan Israel ke wilayah yang telah disepakati sesuai kesepakatan gencatan senjata. (Anadolu)

Suasana di Gaza usai penarikan pasukan Israel ke wilayah yang telah disepakati sesuai kesepakatan gencatan senjata. (Anadolu)

Meski gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah diumumkan sehari sebelumnya, serangan udara Israel dilaporkan masih berlanjut di sejumlah titik. Sumber medis menyebut 19 warga Palestina tewas akibat serangan udara terbaru, sementara satu korban lainnya meninggal karena luka yang dideritanya dari serangan sebelumnya.

Mengutip kantor berita Wafa-Oanarut, sedikitnya 16 orang tewas ketika pesawat tempur Israel menghantam rumah keluarga Ghabboun di selatan Kota Gaza. Dua korban lainnya ditemukan setelah serangan di Khan Younis, Gaza bagian selatan.

Rumah sakit di seluruh Jalur Gaza kewalahan menerima korban. Dari laporan medis, 43 jenazah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa, 60 ke Rumah Sakit Al-Ahli Baptist, 4 ke Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat, 16 ke Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, dan 32 ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.

Padahal, pemerintah Israel pada Kamis (9/10) telah menyetujui usulan gencatan senjata yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian semua bentuk serangan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemberian akses bagi bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan.

Namun, lanjutnya serangan udara Israel menimbulkan keraguan terhadap komitmen Tel Aviv menjalankan kesepakatan tersebut.

Sejak perang pecah pada Oktober 2023, konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan melukai sekitar 170.000 orang. Mayoritas korban merupakan anak-anak dan perempuan. Selain jatuhnya korban jiwa, ratusan ribu penduduk kehilangan tempat tinggal akibat kehancuran rumah dan infrastruktur publik di wilayah kantong yang kini nyaris porak poranda itu. (ihd)

Berita Terkait

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji
Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang
Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal
Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak
ISTAF Fokus Usut Lima Pemain dan Ofisial Thailand, Tujuh Atlet Diberi Kesempatan Kedua
Amerika Serikat Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah
AS dan Iran Siap Tandatangani Kesepahaman di Swiss, Diplomasi Damai Masuki Babak Baru

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Senin, 29 Juni 2026 - 11:05 WIB

Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:28 WIB

Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:58 WIB

Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak

Berita Terbaru