Investasi Rp438 Triliun, Prabowo dan MBS Perluas Kolaborasi Ekonomi

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jeddah — Indonesia dan Arab Saudi menyepakati kerja sama investasi senilai sekitar 27 miliar dollar Amerika Serikat, atau setara dengan Rp438 triliun, di berbagai sektor strategis. Kesepakatan itu mencakup bidang energi bersih, petrokimia, layanan bahan bakar pesawat, kesehatan, farmasi, dan teknologi medis.

Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh sejumlah entitas swasta dari kedua negara di sela-sela pertemuan bilateral Presiden RI Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Rabu (2/7/2025), di Istana Al-Salam, Jeddah. Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menyambut baik kesepakatan tersebut dan menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral.

”Indonesia dan Arab Saudi memandang pentingnya kemitraan sektor swasta untuk mendukung pembangunan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan,” demikian dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden RI, Kamis (3/7/2025).

Kerja sama itu tidak hanya berfokus pada investasi dan perdagangan, tetapi juga menyasar ekonomi digital. Pemerintah kedua negara sepakat mendorong keterlibatan lebih luas dunia usaha dalam proyek-proyek strategis.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga membahas penguatan kerja sama bidang pertahanan, keamanan siber, dan kontra terorisme. Kolaborasi juga akan diperluas dalam bentuk pelatihan dan pertukaran informasi antar-lembaga.

Kedua negara sepakat memperkuat koordinasi dalam forum-forum multilateral, seperti G20, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Gerakan Nonblok. Kerja sama ini dinilai krusial dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang. (ihd)

Berita Terkait

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza
Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global
Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi
Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo
Integrasi Data Guru Non-ASN Jadi Fokus Pemerintah 2026 untuk Pemerataan
HNW Nilai Dokumen Board of Peace Bertentangan dengan Konstitusi RI
Kemenag Ingatkan Batas Akhir Sertifikasi Halal Produk Farmasi 17 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:17 WIB

Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:05 WIB

Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:41 WIB

Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo

Berita Terbaru