Indonesia Kecam Serangan Israel terhadap Gereja Katolik di Gaza

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah di tempat pengungsian warga Gaza hancur dibombardir tentara Israel. (AFP Photo)

Sekolah di tempat pengungsian warga Gaza hancur dibombardir tentara Israel. (AFP Photo)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus, satu-satunya Gereja Katolik di Jalur Gaza, yang menewaskan dua warga sipil dan melukai 13 orang lainnya. Kementerian Luar Negeri menilai serangan pada Kamis (17/7) itu sebagai bentuk nyata pengabaian terhadap Hukum Humaniter Internasional dan kesucian tempat ibadah.

“Serangan ini mencerminkan pengabaian sepenuhnya terhadap Hukum Humaniter Internasional, nilai-nilai kemanusiaan, serta kesucian tempat ibadah,” tulis Kemlu melalui akun resmi X, Jumat (18/7/2025).

Dalam pernyataannya, Kemlu menyebut bahwa tindakan Israel tersebut menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap kewajiban hukum sebagai kekuatan pendudukan, sekaligus mengabaikan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Serangan yang menghantam kompleks Gereja Keluarga Kudus menyebabkan kerusakan parah pada bangunan gereja dan fasilitas sekitarnya. Gereja tersebut diketahui menjadi tempat perlindungan bagi warga Kristen dan Muslim Palestina yang mengungsi sejak meletusnya kembali konflik pada Oktober 2023. Di antara korban luka terdapat Pendeta Paroki Gabriel Romanelli, seorang balita berusia 3 tahun, dan penyandang disabilitas.

Kemlu menekankan bahwa situs keagamaan, fasilitas medis, dan infrastruktur sipil lainnya tidak boleh dijadikan target serangan dan harus dilindungi berdasarkan hukum internasional.

Indonesia juga mendesak komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, untuk segera mengambil langkah nyata menekan Israel menghentikan seluruh kekerasan serta mendorong dimulainya kembali negosiasi gencatan senjata dalam kerangka Solusi Dua Negara.

Kecaman Global

Komite gereja Palestina turut menyerukan kepada para pemimpin gereja dan pemuka agama Kristen di seluruh dunia untuk mengecam terbuka serangan Israel terhadap tempat ibadah tersebut.

Gereja Keluarga Kudus menjadi yang terbaru dalam daftar tempat ibadah yang menjadi target serangan Israel. Sebelumnya, pasukan Israel telah menggempur Gereja Baptis Gaza dan Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius—yang merupakan gereja tertua di Jalur Gaza dan tertua ketiga di dunia.

Sejak awal agresi, lembaga-lembaga keagamaan, rumah sakit, hingga sekolah PBB dilaporkan menjadi sasaran serangan, memicu keprihatinan luas masyarakat internasional atas eskalasi kekerasan terhadap warga sipil di Gaza. (ihd)

Berita Terkait

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji
Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang
Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:32 WIB

UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:39 WIB

Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi

Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terbaru