IMT-GT Didorong Jadi Platform Strategis untuk Perkuat Ekonomi Kawasan

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Medan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi berkembang menjadi platform yang menghasilkan program dan proyek konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.

Pesan tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan sambutan pada Gala Dinner Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, tantangan IMT-GT bukan sekadar mempertahankan pertemuan antarpemerintah, melainkan memastikan berbagai gagasan dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata. “Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya,” tegasnya.

Ia menilai, pemerintah pusat dan daerah dapat mengambil peran lebih besar dengan membangun berbagai bentuk kolaborasi. Kolaborasi tersebut termasuk kerja sama antardaerah melalui konsep kota kembar atau provinsi kembar dengan wilayah di Malaysia dan Thailand.

Mendagri juga menyoroti besarnya potensi ekonomi kawasan, khususnya antara Malaysia, Thailand, dan Pulau Sumatera. Menurutnya, jumlah penduduk, sumber daya alam, tenaga kerja produktif, serta komoditas unggulan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.

Salah satu potensi tersebut ialah komoditas karet. Malaysia dan Thailand memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil karet, sementara Sumatera juga memiliki tradisi produksi komoditas tersebut. Ia mendorong agar potensi itu dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah.

Selain karet, Sumatera memiliki berbagai sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi, emas, serta potensi pertanian dan perkebunan. Pulau tersebut juga memiliki sekitar 63 juta penduduk, yang didominasi oleh usia produktif.

Menurutnya, potensi ekonomi dan demografi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, dan kerja sama ekonomi lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan antarpemerintah daerah untuk menerjemahkan kerja sama regional IMT-GT ke dalam program yang lebih konkret dan dekat dengan masyarakat. Ia mendorong para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara memanfaatkan forum tersebut untuk membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan.

“Jadi, ini bisa menjadi wadah yang baik bagi Anda untuk saling mengenal, meskipun mungkin hanya untuk satu atau dua hari. Setidaknya, Anda mendapatkan teman baru,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Vice Minister for the Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr, serta pejabat terkait lainnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kasatgas PRR: Pemulihan SMP Negeri 1 Tukka melalui Swakelola Patut Diapresiasi
Kasatgas PRR Minta Pembangunan Huntap Tapanuli Tengah Dikebut
Tim SAR Perluas Pencarian Rombongan Jurnalis Menjadi Enam Sektor
Sekjen Kemendagri Tekankan Pentingnya Akuntabilitas dalam Pengelolaan Anggaran
Sabo Dam di Tapanuli Tengah Dikebut untuk Kurangi Risiko Banjir dan Bencana Susulan
Percepat Penanganan Warga Terdampak Konflik, Wamendagri Dorong Pendataan di Papua
Wamendagri Bima Arya: Pembangunan Daerah Harus Berbasis Ketahanan Bencana
Mendagri Dorong Sinergi Gubernur se-Sumatera untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:44 WIB

Kasatgas PRR: Pemulihan SMP Negeri 1 Tukka melalui Swakelola Patut Diapresiasi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WIB

Kasatgas PRR Minta Pembangunan Huntap Tapanuli Tengah Dikebut

Kamis, 10 September 2026 - 18:59 WIB

Tim SAR Perluas Pencarian Rombongan Jurnalis Menjadi Enam Sektor

Kamis, 10 September 2026 - 18:12 WIB

Sabo Dam di Tapanuli Tengah Dikebut untuk Kurangi Risiko Banjir dan Bencana Susulan

Kamis, 10 September 2026 - 09:10 WIB

IMT-GT Didorong Jadi Platform Strategis untuk Perkuat Ekonomi Kawasan

Berita Terbaru