JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Sutradara sekaligus bos DC Studios, James Gunn, menyebut aktor Henry Cavill sebagai sosok yang tenang dan penuh pengertian saat diberitahu bahwa dirinya tak lagi melanjutkan peran ikonik Superman dalam jagat sinema DC (DC Universe).
Dalam wawancara bersama siniar Happy Sad Confused, seperti dilaporkan Deadline, Sabtu (19/7/2025), Gunn mengisahkan momen emosional ketika dirinya dan Peter Safran, mitra kepemimpinannya di DC Studios, bertatap muka langsung dengan Cavill untuk menyampaikan kabar tersebut.
“Dia benar-benar pria terhormat dan hebat dalam menyikapi kabar itu,” ujar Gunn. Cavill, alih-alih marah, hanya meminta satu hal: ia ingin mengumumkan keputusan itu sendiri kepada publik, bukan melalui DC Studios.
Menurut Gunn, situasi itu terasa sangat canggung. Ia mengakui bahwa pada hari pertama dirinya resmi memimpin DC Studios pada 2022, sudah terbayang rencana memulai ulang semesta DC dengan tokoh Superman versi baru. Namun, publik lebih dahulu mendapat kabar soal kembalinya Cavill sebagai Superman sebelum mereka mengumumkan arah baru studio.
“Ada kekosongan saat itu dan banyak pihak mencoba memaksakan ide masing-masing,” ujar Gunn, merujuk pada fase transisi di tubuh Warner Bros. Discovery.
Tokoh Superman sebelumnya telah ditampilkan dalam berbagai versi, baik di layar lebar seperti film Man of Steel (2013) karya Zack Snyder maupun di serial televisi seperti Smallville (2001–2017). Namun, Gunn dan Safran ingin mengakhiri pendekatan multi-versi demi membangun semesta yang lebih kohesif.
Presiden Direktur Warner Bros. Discovery David Zaslav, kata Gunn, memberi dukungan penuh atas rencana tersebut meskipun tidak terlibat langsung dalam keputusan mengganti Cavill.
DC Studios kini tengah memulai fase baru bertajuk Gods and Monsters. Peran Superman dalam narasi baru ini akan diperankan aktor David Corenswet. Meski demikian, Gunn menyatakan masih membuka peluang kerja sama dengan Cavill di proyek DC lainnya di masa depan. (ihd)














