Hakordia 2025 Dipusatkan di Yogyakarta, Tegaskan Komitmen Teladan Budaya

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan terus mengalir ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat Kota Yogyakarta kembali menjadi pusat keramaian nasional. (Dok Pemkot)

Wisatawan terus mengalir ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat Kota Yogyakarta kembali menjadi pusat keramaian nasional. (Dok Pemkot)

Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Riawan Tjandra, menilai penunjukan DIY sebagai tuan rumah Hakordia yang diperingati setiap 9 Desember tersebut sarat makna. Yogyakarta dinilai memiliki karakter kuat sebagai kota pendidikan dan kota budaya yang menjunjung nilai keteladanan.

“Kesederhanaan yang tumbuh di Yogyakarta menjadi simbol penting dalam perjuangan melawan korupsi,” ujar Riawan dalam Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta, Senin (5/1/2026).

Menurut Riawan, nilai-nilai budaya yang mengakar di Yogyakarta — seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab moral— dapat menjadi inspirasi nasional dalam membangun budaya antikorupsi. Momentum Hakordia 2025 diharapkan mendorong kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan maupun pemberantasan korupsi.

Ia juga menekankan peran penting lembaga legislatif dalam menjaga integritas tata kelola pemerintahan. Legislator, kata dia, memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai mekanisme, tanpa penyalahgunaan anggaran atau kebijakan yang merugikan kepentingan publik.

Sementara itu, Ketua Forum Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAKSIJI) DIY, Totok Suharto, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan semata-mata tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai integritas agar terwujud dalam perilaku sehari-hari.

“Pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ujar Totok.

Selain penguatan tata kelola pemerintahan, Pemerintah Daerah DIY menempatkan pendidikan integritas sebagai pilar penting pencegahan korupsi. Pada level lokal, Pemda DIY menggandeng PAKSIJI sebagai mitra strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai antikorupsi melalui pendidikan publik dan kampanye yang berorientasi pada perubahan perilaku.

Pemanfaatan nilai budaya lokal serta pendekatan pendidikan diharapkan menjadikan peringatan Hakordia 2025 di Yogyakarta tidak sekadar seremoni, melainkan titik tolak penguatan budaya integritas secara nasional. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogyakarta Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat Rp4,7 Miliar
Setahun Hasto–Wawan, Pemkot Yogya Rekonstruksi Sosial Ubah Perilaku Warga
Dinkes Yogyakarta Bagikan Panduan Aktivitas Fisik Aman Selama Puasa
Satu Takjil di Pasar Ramadan Jogokariyan Positif Rhodamin B, Dinkes Perketat Pengawasan
Pengawasan Diperketat Jelang Lebaran, Pemkot Yogya Pastikan Pangan Aman Selama Ramadan
Pemkot Yogyakarta Jemput Sampah Organik Kering dari Kelurahan
306 KPM PKH di Kota Yogyakarta Diusulkan Lulus Mandiri pada 2025
Libur Nataru, Yogyakarta Dipadati Wisatawan; Warga Lokal Diminta Menepi Dulu

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 18:59 WIB

Pemkot Yogyakarta Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat Rp4,7 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:51 WIB

Setahun Hasto–Wawan, Pemkot Yogya Rekonstruksi Sosial Ubah Perilaku Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:44 WIB

Dinkes Yogyakarta Bagikan Panduan Aktivitas Fisik Aman Selama Puasa

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:35 WIB

Satu Takjil di Pasar Ramadan Jogokariyan Positif Rhodamin B, Dinkes Perketat Pengawasan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:31 WIB

Pengawasan Diperketat Jelang Lebaran, Pemkot Yogya Pastikan Pangan Aman Selama Ramadan

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio (Xinhua)

Internasional

AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:52 WIB