Hadapi Kenaikan IPH, Sekjen Kemendagri Minta Daerah Bergerak Cepat

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera melakukan intervensi di lapangan guna menekan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada sejumlah komoditas strategis. Hal ini seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, beras, dan minyak goreng.

Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar pola kenaikan harga sejumlah komoditas yang berulang dari tahun ke tahun dapat diantisipasi melalui penguatan produksi, operasi pasar, kerja sama antardaerah, dan penguatan distribusi pasokan. Ia menegaskan, hasil evaluasi perkembangan harga yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

“Jadi jangan evaluasi dari BPS itu berlalu begitu saja tanpa intervensi kita,” tegas Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Berdasarkan data BPS pada minggu ketiga Juni 2026, terdapat 32 provinsi yang mengalami kenaikan IPH. Kenaikan tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 7,91 persen, disusul Gorontalo sebesar 5,72 persen, sementara Maluku Utara sebesar 3,74 persen. BPS mengidentifikasi beras, cabai rawit, minyak goreng, dan bawang merah sebagai komoditas yang perlu mendapat perhatian karena level harganya relatif tinggi. Selain itu, cabai merah juga menjadi salah satu komoditas yang mendorong kenaikan IPH di berbagai daerah.

Karena itu, Tomsi meminta Pemda bersama Perum Bulog segera melakukan operasi pasar pada daerah yang mengalami kenaikan harga beras. Selain itu, ia juga mendorong penguatan gerakan menanam cabai serta berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas di daerah.

Di sisi lain, Tomsi turut menyoroti tingginya harga minyak goreng, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Karena itu, ia mendorong penguatan distribusi pasokan agar harga minyak goreng di daerah-daerah yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama di Papua dapat terkendali.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan mengingat beras dan minyak goreng memiliki pengaruh yang besar terhadap inflasi. “Beras dan minyak goreng ini memiliki koefisien yang tinggi terhadap angka inflasi. Sedikit saja mereka naik maka menyumbangkan inflasi itu signifikan dibandingkan dengan barang atau bahan pokok yang lain,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kenaikan IPH pada komoditas bawang putih yang meningkat dari 173 kabupaten/kota pada minggu kedua Juni 2026 menjadi 223 kabupaten/kota pada minggu ketiga. Mengingat kebutuhan bawang putih nasional masih bergantung pada impor, ia menekankan pentingnya penguatan distribusi pasokan bahan pokok, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Ia mengatakan, distribusi bawang yang lebih efisien akan membantu menekan biaya logistik sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih terjangkau. “Bisa barang-barangnya [bisa] masuk langsung ke Makassar atau Balikpapan, sehingga ongkos distribusinya bisa murah dan harga bawangnya pun bisa lebih murah dibeli oleh masyarakat,” tandasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga baik langsung maupun secara virtual. Mereka di antaranya BPS, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, TNI, Polri, serta perwakilan Pemda seluruh Indonesia.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Dorong Kolaborasi Perbaikan Permukiman Nelayan di Tanjung Ria
Mendagri Tito Karnavian Ajak Gubernur Se-Tanah Papua Solid Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Wamendagri Ribka Dorong UMKM Papua Naik Kelas Lewat Pasar Murah
Wamendagri Apresiasi Pemprov Papua atas Kepedulian Kesehatan Masyarakat
Mentrans: Abad ke-21 Bukan Lagi Era Memindahkan Penduduk, Tapi Memindahkan Talenta
Menko AHY: Pendidikan Harus Melahirkan Generasi Berkarakter dan Percaya Diri
Mendagri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Peran Swasta dalam Penyediaan Hunian Layak di Papua
Program BSPS Diperkuat, Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Dukung Penuh Bedah Rumah

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

Hadapi Kenaikan IPH, Sekjen Kemendagri Minta Daerah Bergerak Cepat

Senin, 22 Juni 2026 - 16:34 WIB

Mendagri Dorong Kolaborasi Perbaikan Permukiman Nelayan di Tanjung Ria

Senin, 22 Juni 2026 - 13:48 WIB

Mendagri Tito Karnavian Ajak Gubernur Se-Tanah Papua Solid Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Wamendagri Ribka Dorong UMKM Papua Naik Kelas Lewat Pasar Murah

Senin, 22 Juni 2026 - 12:57 WIB

Wamendagri Apresiasi Pemprov Papua atas Kepedulian Kesehatan Masyarakat

Berita Terbaru