Gubernur Lampung Soroti Strategisnya Posisi Daerah dalam Distribusi Pangan Nasional

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas dan penguatan kedaulatan pangan sebagai kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kegiatan Praktek Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun 2026 di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi inklusif.

Gubernur Mirza dalam paparannya menegaskan bahwa posisi Lampung sejak dahulu merupakan wilayah yang sangat strategis.

Ia menjelaskan bahwa sejak ratusan tahun lalu, Lampung telah menjadi bagian penting dalam jalur perdagangan internasional, termasuk hubungan dagang dengan Tiongkok sejak era Kerajaan Sekala Brak hingga masa Laksamana Cheng Ho.

Menurutnya, keunggulan geografis Lampung sebagai penghubung Pulau Sumatera dan Jawa menjadikan daerah ini sebagai simpul distribusi utama, terutama untuk komoditas pangan.

“Sumatera sebagai pusat produksi dan Jawa sebagai pusat konsumsi menjadikan Lampung berada di posisi kunci dalam rantai pasok nasional,” ujarnya.

Gubernur Mirza juga memaparkan potensi besar Lampung di sektor pertanian dan perkebunan dengan luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, sebagian besar dimanfaatkan untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, dan singkong.

Lampung bahkan menjadi pengekspor kopi terbesar di Indonesia serta produsen nanas terbesar dunia, dengan kontribusi mencapai sekitar 23 persen produksi global.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama selama ini terletak pada panjangnya rantai distribusi yang tidak berpihak kepada petani dimana hal ini menyebabkan keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pelaku di hilir.

“Dulu harga gabah di tingkat petani sangat rendah, sementara di konsumen tinggi. Ketimpangan ini yang menyebabkan kemiskinan di wilayah pedesaan,” jelasnya.

Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa perubahan signifikan mulai dirasakan sejak adanya kebijakan nasional yang mendorong kenaikan harga gabah dan jagung.

Ia menyebutkan pendapatan petani meningkat hingga dua kali lipat, yang berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Lampung kini mendorong hilirisasi komoditas, terutama di tingkat desa dalam program “Desaku Maju”

Salah satu program unggulan adalah pembangunan fasilitas pengering (dryer) untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

“Selama ini petani menjual dalam kondisi basah. Dengan pengeringan di desa, nilai tambah bisa langsung dinikmati petani,” ujarnya.

Selain itu, program pengembangan pupuk organik berbasis limbah desa juga digalakkan guna meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di sektor energi, Lampung juga memiliki potensi besar, terutama energi panas bumi, tenaga surya, serta bioenergi berbasis singkong. Pemerintah daerah tengah membuka berbagai hambatan investasi untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa kunci pembangunan ke depan adalah memastikan negara hadir dalam mengatur tata niaga dan memastikan distribusi manfaat ekonomi lebih adil.

“Selama ini pemerintah terlalu fokus pada APBD, padahal 90 persen ekonomi ada di sektor riil. Di sinilah negara harus hadir sebagai regulator agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Irjen Pol. Chuszaini Patoppoi menyampaikan bahwa kegiatan PKDN Sespimti Polri ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis dalam mendukung agenda nasional, khususnya kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi inklusif.

Ia menjelaskan bahwa para peserta didik telah melakukan berbagai kegiatan selama di Lampung, mulai dari kunjungan ke Pelabuhan Panjang, diskusi kelompok terarah (FGD) dengan stakeholder seperti Bank Indonesia, OJK, Bulog, dan BPS, hingga peninjauan langsung ke Lapas Perempuan untuk melihat potensi UMKM warga binaan.

“Kami melihat Lampung memiliki potensi luar biasa, baik di sektor pangan maupun ekonomi kreatif. Ini menjadi bahan pembelajaran penting bagi para peserta didik dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan Polri dan TNI dalam mendukung program pertanian seperti penanaman jagung dan padi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

IMM Kota Metro Diharapkan Jadi Penggerak Nasionalisme dan Inovasi Mahasiswa
Eliminasi TBC Jadi Prioritas, Lampung Tingkatkan Surveilans dan Cakupan Imunisasi
Wagub Lampung Dorong Sinergi Lintas Sektor Tangani Penyakit Menular
Pengukuhan Dewan Pendidikan Lampung, Gubernur Tekankan Pendidikan sebagai Prioritas Utama
Musrenbang Lampung Bahas Strategi Dongkrak Ekonomi Desa dan Pertanian
Deflasi Lampung Jadi Indikator Keberhasilan Pengendalian Inflasi Daerah
Wagub Lampung Soroti Disiplin dan Profesionalisme Tenaga Kesehatan
Pemprov Lampung Libatkan OPD dalam Gerakan Bersih-Bersih di PKOR Way Halim

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:05 WIB

Gubernur Lampung Soroti Strategisnya Posisi Daerah dalam Distribusi Pangan Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 12:01 WIB

IMM Kota Metro Diharapkan Jadi Penggerak Nasionalisme dan Inovasi Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 - 11:06 WIB

Eliminasi TBC Jadi Prioritas, Lampung Tingkatkan Surveilans dan Cakupan Imunisasi

Selasa, 14 April 2026 - 08:52 WIB

Wagub Lampung Dorong Sinergi Lintas Sektor Tangani Penyakit Menular

Selasa, 14 April 2026 - 08:42 WIB

Pengukuhan Dewan Pendidikan Lampung, Gubernur Tekankan Pendidikan sebagai Prioritas Utama

Berita Terbaru