Gencatan Senjata, Israel Tetap Angkat Senjata, 97 Warga Gaza Tewas

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan langsung Israel ke warga Palestina hingga menimbulkan kematian dan luka. (Reuters/Jon Guez)

Serangan langsung Israel ke warga Palestina hingga menimbulkan kematian dan luka. (Reuters/Jon Guez)

Pemerintah Gaza mencatat 21 pelanggaran oleh militer Israel pada Minggu (19/10/2025) dan sedikitnya 80 pelanggaran sejak kesepakatan damai diumumkan. Kantor Media Pemerintah Gaza menilai tindakan itu sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Dalam pernyataannya, otoritas Gaza menyebut pasukan Israel masih melakukan penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan massal, penargetan disengaja, serta pembentukan “sabuk tembak” di sejumlah kawasan. Militer Israel juga dilaporkan mengerahkan tank, kendaraan lapis baja, drone bersenjata, serta pesawat tempur dalam operasi terbarunya.

“Pelanggaran ini terjadi di seluruh wilayah Gaza tanpa terkecuali. Fakta ini menegaskan bahwa pendudukan tidak mematuhi gencatan senjata dan terus menjalankan kebijakan pembunuhan dan teror terhadap rakyat kami,” demikian bunyi pernyataan Pemerintah Gaza.

Pemerintah setempat menuntut pertanggungjawaban penuh tentara Israel dan meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beserta negara-negara penjamin perjanjian untuk segera bertindak menghentikan kekerasan.

Perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang dimediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai berlaku pada 10 Oktober. Kesepakatan tersebut mencakup penarikan bertahap pasukan Israel, pertukaran tahanan, akses bantuan kemanusiaan, dan perlucutan senjata Hamas.

Selama dua tahun konflik bersenjata, perang di Gaza telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, melukai sekitar 170.000 orang, serta menghancurkan sebagian besar infrastruktur wilayah pesisir itu. Hingga kini, situasi kemanusiaan di Gaza tetap berada pada titik genting. (ihd)

Berita Terkait

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
May Day 2026 di Monas Jadi Simbol Rekatnya Buruh dan Negara
Satgas PHK dan Janji Negara Hadir di Tengah Ketidakpastian Buruh
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Dudung Abdurahman Pimpin KSP, Pangkas Birokrasi dan Buka Layanan Aduan 24 Jam
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WIB

Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:27 WIB

May Day 2026 di Monas Jadi Simbol Rekatnya Buruh dan Negara

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:08 WIB

Satgas PHK dan Janji Negara Hadir di Tengah Ketidakpastian Buruh

Berita Terbaru