JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko IPK AHY) membahas optimalisasi peran bandara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Ekosistem kebandarudaraan dinilai sebagai ruang strategis untuk memperluas promosi intellectual property (IP) lokal dan produk ekonomi kreatif Indonesia.
“Tujuan rapat ini adalah untuk menguatkan tata kelola ekosistem bandar udara melalui regulasi dan kolaborasi lintas sektor. Setelah itu, kita berupaya meningkatkan daya saing, karena competitiveness menjadi ukuran dari prestasi dan kualitas layanan bandara,” ujar Menko AHY dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kemenko IPK, Kamis (25/6).
Sementara itu Menteri Ekraf menegaskan bahwa bandara bukan sekadar simpul transportasi, melainkan gerbang awal yang memperkenalkan identitas, kreativitas, serta produk unggulan Indonesia kepada masyarakat global.
“Karena itu, bandara harus menjadi etalase yang menampilkan kekayaan intellectual property (IP), produk kreatif, dan talenta lokal Indonesia kepada dunia,” ujar Menteri Ekraf.
Salah satu fokus utama Kementerian Ekraf adalah melakukan kurasi serta memperluas aktivasi dan pemanfaatan IP lokal di bandara-bandara utama Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari lisensi karakter pada _merchandise_, pengembangan produk kreatif bersama UMKM, hingga penempatan karya kreatif pada fasilitas publik di kawasan bandara.
Lebih lanjut, Kementerian Ekraf mendorong hadirnya aktivasi kreatif yang meningkatkan pengalaman penumpang, seperti pameran seni, galeri fotografi, pertunjukan musik, instalasi karya, bazar, hingga penyelenggaraan event internasional yang terintegrasi dengan promosi ekonomi kreatif daerah.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan melalui sentuhan ekonomi kreatif. Kehadiran karya kreatif dan event di bandara dapat memperkuat citra Indonesia, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif,” kata Menteri Ekraf.
Pengembangan ekonomi kreatif di bandara juga dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana milik InJourney sebagai ruang pemasaran produk kreatif, pertukaran data dan tren IP, serta dukungan fasilitas untuk berbagai program Kementerian Ekraf.
Salah satu implementasinya adalah pengembangan Game Station di Bandara Soekarno-Hatta yang menampilkan gim karya pengembang Indonesia sebagai sarana promosi talenta gim nasional sekaligus menghadirkan pengalaman interaktif bagi penumpang.
Ke depan, Kementerian Ekraf akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku industri kreatif untuk menjadikan bandara sebagai ruang pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Melalui pemanfaatan IP lokal, penyelenggaraan aktivitas kreatif, serta kolaborasi lintas sektor, Kementerian Ekraf optimistis sektor ekonomi kreatif dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan daerah.
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif














