Fun Walk Berbusana Adat Hidupkan Nilai Tradisi dan Gaya Hidup Sehat di Yogyakarta

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Ratusan peserta dipastikan ambil bagian dalam gelaran “Harmoni Sehat dalam Balutan Tradisi” yang akan digelar pada Minggu, 25 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum unik memperingati Hari Kartini dengan cara berbeda—menggabungkan pelestarian budaya dan gaya hidup sehat.

“Ini bukan sekadar jalan sehat, tetapi gerakan budaya yang menyentuh kesadaran kolektif masyarakat,” ujar panitia, Jum’at (3/4/2026).

Empat komunitas besar yakni Komunitas Kebaya Indonesia (KKI), Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia (PERSIKINDO), Pecinta Budaya dan Busana Nusantara (PPBN), dan Pria Bersurjan bersinergi dalam kegiatan ini.

Mereka berkomitmen menghidupkan kembali kecintaan terhadap busana adat melalui aktivitas yang dekat dengan masyarakat.

“Kolaborasi ini menunjukkan budaya bisa dirawat bersama lintas komunitas,” ungkap salah satu perwakilan penyelenggara.

Kegiatan Fun Walk ini mengambil rute bersejarah dari Lodji Paris di Jalan Parangtritis menuju Situs Panggung Krapyak.

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana adat Jawa—kebaya bagi perempuan dan surjan bagi laki-laki.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, berjalan santai sambil merasakan nilai sejarah Yogyakarta,” kata panitia.

Pemilihan rute bukan tanpa makna. Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini menjadi bentuk napak tilas budaya di kawasan yang memiliki nilai historis tinggi dalam garis imajiner Yogyakarta.

“Setiap langkah peserta adalah refleksi perjalanan budaya yang harus terus dijaga,” tegas panitia.

Setibanya di lokasi akhir, peserta akan disuguhi berbagai hiburan rakyat yang meriah.

Mulai dari fashion show Kartini-Kartono, tari Gedrug, jathilan, angklung, hingga line dance dan live music. Tak hanya itu, doorprize menarik juga disiapkan.

“Kami ingin semua peserta merasa terhibur sekaligus bangga dengan budayanya,” ujar panitia.

Ketua Panitia, Luky Dewi Priono, menegaskan makna mendalam kegiatan ini dalam momentum Hari Kartini.

“Perempuan adalah tonggak utama kehidupan bangsa. Melalui acara ini, kami ingin mengapresiasi semangat Kartini sekaligus menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Senada, Saifudin menambahkan, “Memakai surjan dan kebaya bukan hanya untuk acara formal. Ini cara kami ‘nguri-uri’ budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.” (Andriyani)

Berita Terkait

Chilling Effect dalam Industri Kreatif: Dampak Kasus Amsal Sitepu
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Nahkodai Korem 072/Pamungkas, Lanjutkan Kinerja Pendahulu
Waterboom Jogja Gelar “Easter Boomer”, Hadirkan Promo Tiket dan Berburu Telur Saat Libur Paskah
Perkara Penipuan dan Penggelapan Proyek Konstruksi di Bantul Bergulir ke Persidangan
Harga Minyak Bisa Tembus US$150, Bhenu Artha Ingatkan Dampak ke Rakyat
FlyJaya Libatkan Masyarakat, Lomba Desain Batik Jadi Ajang Unjuk Kreativitas
Syawalan di UWM Sleman, Mahfud MD Tekankan Pentingnya Saling Memaafkan
Persit KCK Koorcab Rem 072 Gelar Ziarah, Tanamkan Nilai Perjuangan Generasi Penerus

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 09:10 WIB

Chilling Effect dalam Industri Kreatif: Dampak Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 08:17 WIB

Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Nahkodai Korem 072/Pamungkas, Lanjutkan Kinerja Pendahulu

Jumat, 3 April 2026 - 08:09 WIB

Fun Walk Berbusana Adat Hidupkan Nilai Tradisi dan Gaya Hidup Sehat di Yogyakarta

Kamis, 2 April 2026 - 21:07 WIB

Waterboom Jogja Gelar “Easter Boomer”, Hadirkan Promo Tiket dan Berburu Telur Saat Libur Paskah

Kamis, 2 April 2026 - 16:03 WIB

Perkara Penipuan dan Penggelapan Proyek Konstruksi di Bantul Bergulir ke Persidangan

Berita Terbaru