Ekspor Beras ke Malaysia Dimulai, Pemerintah Pastikan Stok Domestik Aman

Sabtu, 31 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengekspor beras ke Malaysia sebesar 2.000 ton per bulan. Ekspor ini dilakukan secara antarbisnis (business to business/B-to-B), dengan titik pengiriman awal direncanakan dari Kalimantan Barat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal tersebut dalam acara syukuran pencapaian 4 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) di Jakarta, Jumat (30/5/2025). “Kami akan mulai dari wilayah yang paling dekat dengan Malaysia, yakni Kalimantan Barat,” ujar Amran.

Rencana ekspor itu telah dikomunikasikan dengan pelaku usaha di Malaysia. Indonesia menargetkan pengiriman sebanyak 2.000 ton per bulan, atau setara 24.000 ton per tahun. Namun, Amran menekankan bahwa ekspor tidak terbatas dari Kalimantan Barat saja. Pelaku usaha di wilayah lain yang memiliki akses logistik ke Malaysia juga diberi keleluasaan untuk mengekspor.

Terkait jenis beras, Amran menyerahkan keputusan kepada pelaku usaha, baik untuk beras medium maupun premium. Namun, ia menegaskan bahwa pasokan beras untuk dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. “Yang penting kebutuhan dalam negeri tetap aman,” ujarnya.

Selain Malaysia, peluang ekspor juga terbuka untuk negara-negara anggota ASEAN lainnya. Amran menyebut ekspor akan dilakukan bila negara tetangga membutuhkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan, komunikasi dengan Malaysia telah berjalan, termasuk pertemuan langsung dengan pengusaha dari negara tersebut. “Pemerintah siap melaksanakan ekspor sesuai instruksi Presiden. Saat ini tinggal menunggu respons resmi dari pemerintah Malaysia,” kata Sudaryono.

Berdasarkan data per Jumat (30/5/2025) pukul 11.38 WIB, serapan setara beras oleh Perum Bulog telah mencapai 2.407.863 ton, sementara total stok beras nasional tercatat 4.001.279 ton. Angka ini menjadi dasar keyakinan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri meskipun membuka peluang ekspor. (ihd)

Berita Terkait

125 Truk Dilepas, Mendagri dan Menteri PKP Dukung Program Gentengisasi
Mendagri Tito Cek Program BSPS di Purwakarta, Dorong Percepatan Pelaksanaan
Ngariung di Purwakarta, Mendagri Santap Nasi Liwet Bersama Sopir Truk Genteng
Kemenag Perluas Digitalisasi, SIMKAH hingga Data GTK Masuk Agenda Cegah Korupsi
Wamendagri Bima Arya Minta Penanganan Banjir Bandang Solok Diperkuat, Normalisasi Jadi Fokus
Kemendagri-KemenPU Perkuat Transformasi Digital Pemda Lewat Integrasi SIPD-SIPASTI
Kemendagri Kawal Pembangunan Daerah, Inflasi hingga Pertumbuhan Ekonomi Jadi Perhatian
HUT ke-81 Sumbar, Wamendagri Bima Arya: Daerah Tangguh Tak Boleh Biarkan Bencana Rampas Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:30 WIB

125 Truk Dilepas, Mendagri dan Menteri PKP Dukung Program Gentengisasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Mendagri Tito Cek Program BSPS di Purwakarta, Dorong Percepatan Pelaksanaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Ngariung di Purwakarta, Mendagri Santap Nasi Liwet Bersama Sopir Truk Genteng

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Wamendagri Bima Arya Minta Penanganan Banjir Bandang Solok Diperkuat, Normalisasi Jadi Fokus

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Kemendagri-KemenPU Perkuat Transformasi Digital Pemda Lewat Integrasi SIPD-SIPASTI

Berita Terbaru