JENDELANUSANTARA.COM, Davao — Kesehatan remaja menjadi fondasi penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran di sekolah. Salah satu aspek krusial yang menentukan adalah kekuatan sistem imun, yang sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari.
Berbagai faktor seperti pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, hingga minimnya waktu istirahat berpotensi menurunkan daya tahan tubuh remaja. Kondisi ini mendorong perlunya edukasi kesehatan yang lebih sistematis sejak usia sekolah.
Menjawab kebutuhan tersebut, Direktorat Riset dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Sekolah Indonesia Davao menggelar kegiatan pengabdian masyarakat internasional bertajuk “Sosialisasi Peningkatan Sistem Imun pada Remaja”.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) di Aula SID, Davao City, Filipina, ini diikuti oleh 50 siswa dari jenjang SD hingga SMA serta 10 guru. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga sistem imun melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Ketua kegiatan, Nurul Makiyah, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, menjelaskan bahwa remaja berada dalam fase pertumbuhan optimal sehingga membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan nutrisi dan gaya hidup.
“Peningkatan sistem imun dapat dilakukan melalui konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik teratur, istirahat cukup, pengelolaan stres, serta kecukupan cairan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari, seperti merokok, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan kolesterol, serta makanan dengan bahan tambahan berlebih. Faktor kebersihan diri juga menjadi perhatian untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk gangguan kulit.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, dilanjutkan pemaparan materi, sesi diskusi interaktif, dan diakhiri dengan post-test. Diskusi berlangsung dinamis, dengan siswa aktif menanyakan berbagai isu, mulai dari dampak merokok hingga pola konsumsi makanan instan di lingkungan asrama.
Dari sisi fasilitas, sekolah dinilai telah mendukung aktivitas fisik siswa dengan ketersediaan sarana olahraga. Namun, siswa diingatkan untuk tetap menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
Kegiatan ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa, termasuk peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional UMY di Davao. Hadir pula Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SID, Nur Kholilah, bersama jajaran guru.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dapat berlanjut. Program serupa dinilai penting untuk memperkuat kesadaran kesehatan di kalangan pelajar Indonesia di luar negeri. (ihd)














