Doa di ‘Sumur Maut’, Prabowo Pimpin Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memanjatkan doa untuk para Pahlawan Revolusi saat meninjau sumur maut tempat dibuangnya beberapa pahlawan yang gugur saat 30 September 1965 di Museum Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2025). (BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto memanjatkan doa untuk para Pahlawan Revolusi saat meninjau sumur maut tempat dibuangnya beberapa pahlawan yang gugur saat 30 September 1965 di Museum Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2025). (BPMI Sekretariat Presiden)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rabu (1/10/2025) pagi yang teduh di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Presiden Prabowo Subianto berdiri khidmat di sisi sebuah sumur tua. Dikenal sebagai ‘sumur maut’, tempat ini menjadi saksi bisu tragedi 30 September 1965, ketika jenazah para Pahlawan Revolusi dibuang setelah mereka gugur.

Dengan tangan terangkat dan mata terpejam, Presiden memanjatkan doa bagi 10 pahlawan yang dikhianati sejarah, termasuk enam jenderal dan dua perwira TNI Angkatan Darat. Di belakangnya, jajaran pejabat negara ikut menundukkan kepala, larut dalam hening yang berat oleh ingatan akan masa kelam bangsa.

“Izin Pak Presiden, di sinilah tempat para Pahlawan Revolusi dibuang. Kedalaman sumur ini 12 meter, dengan diameter 75 sentimeter,” ujar Kepala Pusat Sejarah TNI, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, memberi penjelasan tentang lokasi yang kini dilingkupi dinding marmer.

Tak hanya Presiden, sejumlah pimpinan lembaga negara juga hadir dalam momen itu. Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdiri dalam barisan, menyaksikan doa dan penghormatan bagi para pejuang bangsa.

Upacara Pertama di Era Prabowo

Masih di kompleks Monumen Pancasila Sakti, Prabowo untuk pertama kalinya memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Prosesi dimulai dengan mengheningkan cipta, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Pembukaan UUD 1945 oleh Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai. Ketua DPR RI Puan Maharani kemudian memimpin pembacaan Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila.

Upacara ini dihadiri lengkap oleh jajaran kabinet dan pimpinan lembaga tinggi negara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut hadir. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf TNI juga berdiri tegak di lapangan upacara.

Memori Kolektif Bangsa

Hari Kesaktian Pancasila, yang diperingati setiap 1 Oktober, bukan sekadar ritual tahunan. Ia menjadi penanda bahwa bangsa ini pernah menghadapi ancaman serius terhadap ideologi negara. Lubang Buaya –dengan sumur maut yang kini dijaga sebagai monumen– menjadi pengingat agar generasi kini tak pernah alpa pada sejarah.

Di hadapan sumur tua itu, doa yang dipanjatkan Presiden seolah menyatukan luka masa lalu dengan tekad hari ini. Sebuah momen reflektif yang menegaskan, pengorbanan para Pahlawan Revolusi tetap hidup dalam memori kolektif bangsa. (ihd)

Berita Terkait

Pendataan Jadi Kunci, Mendagri Tegaskan Bantuan Bergantung pada Klasifikasi Kerusakan
Kolaborasi Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap, 120 Unit Disalurkan di Tapanuli Selatan
Bimtek Tata Kelola RS di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Dukungan Pusat
Pembangunan Huntap Pascabencana Dipercepat, Mendagri Soroti Skema In-Situ dan Komunal
Mendagri Pastikan Implementasi Program BSPS Berjalan Optimal di Kabupaten Humbahas
Menag: Nilai Ramadan Harus Menjadi Karakter, Bukan Sekadar Ritual Musiman
Anggaran Rp10,6 Triliun Didorong untuk Kolaborasi Pemda Tangani Dampak Bencana di Sumatera
Pemulihan Pascabencana, Satgas PRR Fokus Tangani Infrastruktur Sungai di Sumatera

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:53 WIB

Pendataan Jadi Kunci, Mendagri Tegaskan Bantuan Bergantung pada Klasifikasi Kerusakan

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:41 WIB

Bimtek Tata Kelola RS di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Dukungan Pusat

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:17 WIB

Pembangunan Huntap Pascabencana Dipercepat, Mendagri Soroti Skema In-Situ dan Komunal

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:35 WIB

Mendagri Pastikan Implementasi Program BSPS Berjalan Optimal di Kabupaten Humbahas

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:57 WIB

Menag: Nilai Ramadan Harus Menjadi Karakter, Bukan Sekadar Ritual Musiman

Berita Terbaru