JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Kebakaran yang melanda Habit Pool and Lounge di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga dipicu dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Peristiwa tersebut menyebabkan sebagian bangunan dan fasilitas usaha mengalami kerusakan berat. Kebakaran ini terjadi pada (20/6/26).
Aris Nugroho selaku Karyawan Habit Pool and Lounge mengungkapkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, kawasan tersebut kerap mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Kondisi itu diduga memicu gangguan pada instalasi maupun peralatan kelistrikan yang kemudian berujung pada kebakaran.
“Beberapa waktu terakhir memang sering terjadi pemadaman bergilir. Dugaan sementara, kebakaran ini berkaitan dengan kondisi listrik yang tidak stabil,” ungkap Aris saat menunjukkan kondisi bangunan yang hangus terbakar.
Kerusakan cukup parah di sejumlah area. Plafon runtuh, dinding menghitam akibat kobaran api, sementara berbagai peralatan dan fasilitas operasional tampak tidak lagi dapat digunakan.
Aris menjelaskan bahwa kebakaran diduga terjadi setelah aliran listrik kembali menyala pasca pemadaman. Lonjakan arus listrik atau gangguan pada sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor yang diduga memicu munculnya api.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Aparat dan instansi terkait diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber api serta faktor yang menyebabkan kebakaran.
Peristiwa ini juga menimbulkan perhatian terkait dampak pemadaman listrik bergilir terhadap keamanan instalasi listrik di bangunan komersial. Pengelola usaha diimbau untuk memastikan sistem kelistrikan dan perangkat pengaman berfungsi optimal guna mengantisipasi risiko serupa.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat besarnya kerusakan yang terjadi pada bangunan dan fasilitas usaha.
Sementara itu, operasional Habit Pool and Lounge untuk sementara dihentikan hingga proses pembersihan, evaluasi kerusakan, dan pemeriksaan keamanan bangunan selesai dilakukan.
“Kami berharap ada perhatian terhadap persoalan pemadaman listrik yang berulang karena dampaknya bisa sangat besar, bukan hanya mengganggu aktivitas usaha tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kebakaran,” kata Aris
Pihak manajemen kini tengah melakukan pendataan kerugian sekaligus menyiapkan langkah pemulihan agar operasional dapat kembali berjalan setelah kondisi dinyatakan aman. (Aga)














