Di Balik Jas Putih: Tabir Kekerasan Seksual di Rumah Sakit Pendidikan

Jumat, 11 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Seorang dokter muda, mengenakan jas putih dan membawa stetoskop di dadanya, memimpin langkah seorang perempuan muda menuju ruangan baru di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Hari itu, sang perempuan, FH (21), hanya berniat mendampingi ayahnya yang sedang kritis. Ia tak tahu bahwa langkahnya menuju lorong rumah sakit adalah awal dari trauma panjang yang akan mencoreng institusi pendidikan kedokteran.

Polisi menyebut PAP (31), peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, sebagai pelaku. Ia dituduh memperkosa FH di ruangan kosong yang belum difungsikan di Gedung MCHC RSHS. Berdalih melakukan tindakan medis, PAP mengajak korban sendirian ke sana. “Korban tidak tahu maksud pelaku apa,” kata Kombes Surawan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Rabu lalu.

Kecenderungan Menyimpang

Penyidik menemukan bukti yang menguatkan: sisa sperma dan alat kontrasepsi bekas pakai. Semuanya kini dibekukan untuk uji DNA. “Harus kita cocokkan dengan DNA pelaku,” kata Surawan.

PAP ditangkap lima hari kemudian, 23 Maret 2025, di sebuah apartemen di Bandung. Ia sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat nadi di pergelangan tangan. Polisi menduga ada kelainan perilaku seksual. “Ada kecenderungan menyimpang,” ujar Surawan, seraya menyebut pihaknya akan menguji lebih lanjut lewat psikologi forensik.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan kedokteran. Dokter yang seharusnya menyembuhkan malah menjadi sumber luka. Jas putih, simbol kehormatan itu, ternoda.

Unpad Angkat Tangan

Universitas Padjadjaran tak menunggu lama. Lima hari setelah penangkapan, rektor Prof. Arief S. Kartasasmita menyatakan bahwa PAP telah dikeluarkan dari program PPDS. “Kami sangat prihatin. Unpad tidak akan menoleransi pelanggaran hukum dan norma,” ujarnya.

Pemutusan studi ini, kata Arief, meski belum ada vonis pengadilan, berdasar pada aturan internal universitas. Status mahasiswa PAP dicabut, dan ia dilarang mengikuti kegiatan di kampus maupun rumah sakit pendidikan.

Unpad juga menjanjikan pendampingan bagi korban. “Kami sudah koordinasi dengan RSHS dan kepolisian agar proses hukum berjalan adil dan transparan,” ujar Arief. Ia menambahkan bahwa kasus ini menjadi momentum untuk memperketat pengawasan di seluruh lini pendidikan kedokteran Unpad.

Kejadian ini tidak terjadi di lorong gelap, bukan di jalanan, bukan pula di gang sepi. Ini terjadi di institusi tempat masyarakat menitipkan nyawa dan kepercayaan. Seorang perempuan muda, menjaga ayahnya yang sekarat, malah menjadi korban kekerasan seksual oleh orang yang seharusnya menyelamatkan.

Apa yang salah dalam sistem? Bagaimana mungkin seorang dokter residen bisa memiliki ruang sendiri tanpa pengawasan? Siapa yang membiarkan celah itu terbuka?

Penyelidikan masih berlangsung. Tapi bagi FH, keadilan adalah hal yang lebih mendesak daripada diagnosis psikologi pelaku. Trauma itu nyata. Dan institusi kedokteran harus lebih dari sekadar menyampaikan keprihatinan. (ihd)

Berita Terkait

Mendagri Tekankan Kompetisi Antardaerah sebagai Upaya Wujudkan Indonesia ASRI
Pacu Kinerja Pemda, Kemendagri Gelar Apresiasi Berprestasi 2026 Regional Sulawesi
Dekranas Tekankan Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Bawa Perajin Nusantara ke Pasar Global
Skor PISA Madrasah Naik, Tantangan Pemerataan Mutu Menanti
Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Sorotan, Wamendagri Bima Arya: Jangan Hanya Bergantung pada Belanja Pemerintah
Pemerintah Matangkan Penataan PPPK, Mendagri: Guru Jadi Perhatian
Apresiasi Pemda Berprestasi, Mendagri Tito Tekankan Penghargaan Harus Berdampak bagi Masyarakat
Wamendagri Bima Arya: PSEL Bogor Raya Harus Jadi Percontohan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:24 WIB

Mendagri Tekankan Kompetisi Antardaerah sebagai Upaya Wujudkan Indonesia ASRI

Sabtu, 19 September 2026 - 10:18 WIB

Pacu Kinerja Pemda, Kemendagri Gelar Apresiasi Berprestasi 2026 Regional Sulawesi

Jumat, 18 September 2026 - 18:35 WIB

Dekranas Tekankan Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Bawa Perajin Nusantara ke Pasar Global

Jumat, 18 September 2026 - 18:12 WIB

Skor PISA Madrasah Naik, Tantangan Pemerataan Mutu Menanti

Jumat, 18 September 2026 - 16:07 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Sorotan, Wamendagri Bima Arya: Jangan Hanya Bergantung pada Belanja Pemerintah

Berita Terbaru