Kemenangan besar ini menjadi sorotan bukan hanya karena skor telak, tetapi juga karena tiga dari lima gol Chelsea dicetak oleh pemain berusia di bawah 20 tahun. Mereka adalah Marc Guiu (19), Estevao (18), dan Tyrique George (19). Dua gol lainnya disumbangkan oleh Enzo Fernandez dan hasil bunuh diri bek Ajax Josep Sutalo.
Adapun satu-satunya gol balasan Ajax datang dari titik putih melalui eksekusi Wout Weghorst pada menit ke-33.
Pemain muda jadi pembeda
Laga berlangsung di bawah hujan deras dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Ajax sempat mencoba menekan lewat kombinasi Oscar Gloukh dan Mika Godts. Namun, keunggulan pemain muda Chelsea dalam kecepatan dan agresivitas membuat tim tamu kesulitan.
Petaka bagi Ajax datang pada menit ke-17 saat Kenneth Taylor diusir wasit setelah tinjauan VAR karena tekel keras terhadap Facundo Buonanotte. Bermain dengan 10 orang, tim asal Belanda itu langsung kehilangan keseimbangan permainan.
Hanya semenit berselang, sundulan Wesley Fofana disambar oleh Marc Guiu yang berdiri bebas di depan gawang untuk membuka keunggulan Chelsea. Gol tersebut menjadi gol perdana Guiu di ajang Liga Champions.
Dominasi total “The Blues”
Chelsea terus menekan dan menambah gol pada menit ke-27 melalui tembakan jarak jauh Moises Caicedo yang berbelok arah setelah mengenai Josep Sutalo dan dikategorikan sebagai gol bunuh diri. Ajax sempat memperkecil kedudukan lewat penalti Weghorst, tetapi dua pelanggaran beruntun di kotak terlarang justru membuat Chelsea menjauh.
Enzo Fernandez sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-45, disusul gol Estevao enam menit kemudian yang menutup babak pertama dengan skor 4-1.
Memasuki babak kedua, pelatih Enzo Maresca merotasi pemain untuk menjaga tempo. Tyrique George yang baru masuk langsung mencetak gol kelima bagi Chelsea pada menit ke-48, memanfaatkan bola liar di depan gawang.
Setelah itu, Chelsea sepenuhnya mengendalikan jalannya laga. Beberapa peluang dari Estevao, Romeo Lavia, dan Jamie Gittens nyaris menambah keunggulan, tetapi hingga peluit panjang berbunyi, skor 5-1 bertahan untuk tuan rumah.
Jaga peluang ke 16 besar
Kemenangan ini mengangkat posisi Chelsea ke peringkat ke-11 klasemen sementara Liga Champions dengan raihan enam poin dari tiga laga. Peluang mereka untuk lolos ke babak 16 besar pun terbuka lebar.
Sebaliknya, Ajax semakin terpuruk di dasar klasemen dengan tiga kekalahan beruntun dari tiga pertandingan yang telah dijalani.
“Kami ingin memberi kepercayaan kepada generasi muda, dan malam ini mereka membuktikan diri,” ujar pelatih Chelsea, Enzo Maresca, seusai laga.
Chelsea akan melanjutkan kiprahnya di Liga Champions dua pekan mendatang dengan bertandang ke markas Ajax pada laga keempat fase grup. (ihd)














