Cahaya dari Tapal Batas: Guru-Guru Sunyi Penjaga Nilai di Kalimantan Utara

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru mengajar agama di pedalaman Kalimantan Utara. (Dok Kemenag Kalimantan Utara)

Guru mengajar agama di pedalaman Kalimantan Utara. (Dok Kemenag Kalimantan Utara)

JENDELANUSANTARA.COM, Nunukan – Di beranda negeri yang jauh dari gemerlap kota, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 terasa berbeda. Tak ada panggung megah atau seremoni panjang. Yang ada hanya jejak langkah para guru yang saban hari menembus medan sulit, menjaga api pengetahuan sekaligus nilai-nilai kehidupan tetap menyala.

Di Krayan, Kabupaten Nunukan, Ronny menjalani pengabdian yang tak banyak tersorot. Selama 26 tahun, ia mengajar Pendidikan Agama Kristen di wilayah yang aksesnya kerap terputus cuaca dan jarak. Jalan terjal dan keterbatasan fasilitas tak pernah menjadi alasan untuk berhenti. Bagi Ronny, mengajar adalah panggilan yang melampaui profesi.

Ia percaya, anak-anak di perbatasan menyimpan mimpi yang sama besarnya dengan mereka yang tinggal di pusat kota. “Mereka hanya butuh kesempatan,” katanya, lirih, namun penuh keyakinan.

Kisah serupa mengalir dari Sembakung. Halifah, guru Pendidikan Agama Islam, telah mengarungi 21 tahun pengabdian dengan rutinitas yang tak mudah. Menyusuri sungai, menghadapi banjir, hingga mengajar dalam keterbatasan sarana menjadi bagian dari keseharian. Namun, ia menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana: melihat murid-muridnya mampu membaca doa dengan benar, atau menunjukkan akhlak yang kian matang.

Di Tanjung Selor, Puji Astuti menghadapi tantangan yang berbeda. Fasilitas pendidikan relatif lebih memadai, tetapi dinamika zonasi membuat siswa beragama Buddha tersebar. Dalam kondisi itu, ia berupaya menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus merawat harmoni lintas iman yang tumbuh alami di sekolah.

Sementara di Desa Sesua, Malinau Barat, Anselmus Helaq memilih jalan inovasi. Selama lebih dari dua dekade sebagai guru agama Katolik, ia terus mencari cara agar ajaran iman tidak berhenti sebagai hafalan, melainkan menjelma menjadi pengalaman hidup yang dipahami murid-muridnya.

Di tangan para guru ini, pendidikan menemukan maknanya yang paling mendasar. Ia bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, melainkan upaya membentuk manusia yang utuh—berpikir jernih, berperilaku baik, dan memiliki kedalaman spiritual.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara, Muh. Saleh, menyebut mereka sebagai penjaga nilai di garis depan. Di wilayah perbatasan, kata dia, guru agama memegang peran strategis dalam merawat harmoni sosial sekaligus membangun karakter generasi muda.

Komitmen untuk memperkuat dukungan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pun terus digelorakan. Namun, di tengah berbagai keterbatasan, para guru itu telah lebih dulu menunjukkan bahwa dedikasi tidak menunggu kelengkapan.

Dari tapal batas Kalimantan Utara, mereka mengajarkan satu hal yang kerap luput dari perhatian: pendidikan yang lahir dari ketulusan selalu menemukan jalannya sendiri —menembus jarak, melampaui batas, dan diam-diam menerangi masa depan. (ihd)

Berita Terkait

Digitalisasi Layanan Haji Dimulai dari Data Kependudukan, Ini Langkah Mendagri Tito
Tak Biarkan Warga Sendiri, TP PKK dan TP Posyandu Dampingi Korban Gempa NTT
Posyandu Ternyata Tak Cuma Timbang Balita, Ini 6 SPM yang Digarap di Manggarai Timur
Iklim Usaha Kondusif Dimulai dari Regulasi yang Selaras, Ini Langkah Kemendagri
Demi Layanan Jemaah Lebih Baik, Mendagri Ajak Pemda Bersinergi
Menag: Manajemen Talenta ASN Harus Adil, Perempuan Tak Boleh Dirugikan
Masyarakat Terdampak Gempa di Manggarai Terima Bantuan TP PKK dan Posyandu Pusat
Hadir di Tengah Duka Manggarai, TP PKK dan TP Posyandu Pusat Bawa Bantuan dan Kepedulian

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Digitalisasi Layanan Haji Dimulai dari Data Kependudukan, Ini Langkah Mendagri Tito

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tak Biarkan Warga Sendiri, TP PKK dan TP Posyandu Dampingi Korban Gempa NTT

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Posyandu Ternyata Tak Cuma Timbang Balita, Ini 6 SPM yang Digarap di Manggarai Timur

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Iklim Usaha Kondusif Dimulai dari Regulasi yang Selaras, Ini Langkah Kemendagri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Demi Layanan Jemaah Lebih Baik, Mendagri Ajak Pemda Bersinergi

Berita Terbaru