Bupati Sleman Hadiri Sadranan di Sambisari, Tegaskan Pentingnya Kerukunan dan Pelestarian Budaya

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Sleman – Tradisi Sadranan di Masjid Kagungan Dalem Sambisari, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, digelar di tengah hujan rintik, Senin (16/2/2026).

‎Bupati Harda Kiswaya hadir bersama jajaran Forkopimda, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, serta perwakilan Keraton Yogyakarta, Kanjeng Raden Mas Rahmadi.

‎Prosesi diawali doa bersama, pecah kendi, dan kirab gunungan sebagai simbol penghormatan kepada leluhur serta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‎Harda Kiswaya menegaskan tradisi Sadranan menjadi wujud nyata menjaga kerukunan sekaligus melestarikan budaya adiluhung.

‎“Kegiatan meniko njagi kerukunan, sehingga urip wonten alam ndonya meniko diparingi gampil, menuju kesejateraanipun,” ujarnya.

‎Ia menekankan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat pentingnya nilai kearifan lokal dan kebersamaan masyarakat.

‎Prosesi pecah kendi, lanjutnya, melambangkan pembersihan diri dan tekad memulai kehidupan dengan hati jernih serta niat tulus.

‎Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Sambisari menjaga tradisi.

‎“Kami mewakili legislatif DIY menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan panitia yang terus menjaga upacara adat Sadranan ini,” katanya.

‎Menurut Andriana, nilai tradisi Jawa menjadi pembelajaran generasi penerus untuk menghormati leluhur dan menjaga sopan santun.

‎Ia menegaskan DPRD DIY akan mendukung pelestarian budaya melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada warisan budaya.

‎Sementara itu, sambutan tertulis Gubernur DIY yang dibacakan Kabiro Kesra Setda D.I Yogyakarta Faisol Muslim menyebut tradisi Sadranan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Setiap anugerah harus dirayakan dengan kerendahan hati dan setiap pencapaian harus semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” demikian pesannya.

Perwakilan Keraton juga mengingatkan nilai perjuangan Sultan Agung sebagai inspirasi pelestarian budaya adiluhung.

Rangkaian acara ditutup doa bersama, potong tumpeng, serta ziarah makam tokoh ulama setempat sebagai wujud penghormatan kepada leluhur.

(waw)

Berita Terkait

Chilling Effect dalam Industri Kreatif: Dampak Kasus Amsal Sitepu
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Nahkodai Korem 072/Pamungkas, Lanjutkan Kinerja Pendahulu
Fun Walk Berbusana Adat Hidupkan Nilai Tradisi dan Gaya Hidup Sehat di Yogyakarta
Waterboom Jogja Gelar “Easter Boomer”, Hadirkan Promo Tiket dan Berburu Telur Saat Libur Paskah
Perkara Penipuan dan Penggelapan Proyek Konstruksi di Bantul Bergulir ke Persidangan
Harga Minyak Bisa Tembus US$150, Bhenu Artha Ingatkan Dampak ke Rakyat
FlyJaya Libatkan Masyarakat, Lomba Desain Batik Jadi Ajang Unjuk Kreativitas
Syawalan di UWM Sleman, Mahfud MD Tekankan Pentingnya Saling Memaafkan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 09:10 WIB

Chilling Effect dalam Industri Kreatif: Dampak Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 08:17 WIB

Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Nahkodai Korem 072/Pamungkas, Lanjutkan Kinerja Pendahulu

Jumat, 3 April 2026 - 08:09 WIB

Fun Walk Berbusana Adat Hidupkan Nilai Tradisi dan Gaya Hidup Sehat di Yogyakarta

Kamis, 2 April 2026 - 21:07 WIB

Waterboom Jogja Gelar “Easter Boomer”, Hadirkan Promo Tiket dan Berburu Telur Saat Libur Paskah

Kamis, 2 April 2026 - 16:03 WIB

Perkara Penipuan dan Penggelapan Proyek Konstruksi di Bantul Bergulir ke Persidangan

Berita Terbaru