Bima Arya: Kawasan Makam Bung Karno Layak Jadi Kunjungan Wajib Pemimpin Dunia

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto

JENDELANUSANTARA.COM, Blitar – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk menjaga nilai-nilai luhur dan sejarah di daerah masing-masing. Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bekal untuk perjalanan bangsa ke depan.

Hal itu disampaikan Bima usai mengunjungi Makam Bung Karno dan Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (1/5/2025).

Bima menjelaskan, dirinya sengaja menyambangi Kota Blitar karena ingin menyaksikan lebih dekat pengembangan kota yang sarat nilai sejarah tersebut. Terlebih, di Kota Blitar juga terdapat makam Bung Karno, proklamator bangsa Indonesia.

“Dan saya terkesan bagaimana Pemerintah Kota Blitar ini masih memuliakan peninggalan fisik dan juga nilai-nilai yang ada. Dan tentu saya percaya Mas Wali dan jajaran ke depan ini bisa terus melakukan inovasi untuk melakukan pengembangan-pengembangan,” ujar Bima kepada awak media.

Ia berpesan, nilai-nilai yang diajarkan oleh Bung Karno perlu terus dirawat sepanjang waktu. Bima menekankan agar masyarakat tidak melupakan sejarah, sebagaimana yang pernah disampaikan Bung Karno di masa lampau.

Bima pun mengaku terkesan dengan jejak peninggalan Bung Karno yang terawat dengan baik. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari sejarah yang tak ternilai dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Ia berpesan agar pengelolaan kawasan tersebut terus dioptimalkan oleh Pemerintah Kota Blitar.

“Yang terpenting adalah konsepnya. Tadi banyak berdiskusi dengan Mas Wali terkait inovasi, konsep-konsep yang lebih mengadopsi teknologi untuk pengelolaan di sini,” imbuhnya.

Ia berharap ke depan kawasan tersebut dapat menarik wisatawan mancanegara. Pasalnya, hal serupa juga terjadi di luar negeri, di mana pengunjung diarahkan untuk mengunjungi kawasan bersejarah yang berkaitan dengan para pendiri bangsa.

“Kita kan kalau ke luar negeri suka diajak ke pendiri bangsa itu, ke Turki, ke Amerika. Nah, di sini seharusnya juga bisa menjadi tempat kunjungan wajib, tidak saja bagi wisatawan, tapi bagi pemimpin-pemimpin internasional yang ada di sini,” tandasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin beserta jajaran. (Sya)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Anggaran Tambahan Rp24,8 Triliun Diusulkan, Kemenag Dorong Kesetaraan Madrasah
Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana
Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 17:02 WIB

Anggaran Tambahan Rp24,8 Triliun Diusulkan, Kemenag Dorong Kesetaraan Madrasah

Sabtu, 4 April 2026 - 13:15 WIB

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Berita Terbaru