JENDELANUSANTARA.COM, Palembang –Seorang mahasiswi di Palembang nyaris menjadi korban pemerkosaan setelah dijebak permainan borgol oleh teman masa kecilnya.
OR tak pernah menyangka pertemuan dengan teman masa kecilnya berubah jadi mimpi buruk. Perempuan 20 tahun, mahasiswi sebuah kampus di Palembang itu semula hanya berniat menyambung silaturahmi. Tapi, siang bolong itu, di sebuah rumah di kawasan Perumahan Surya Akbar, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, tubuhnya justru ditindih dalam posisi tangan diborgol, leher dicekik, dan mulut diancam sebilah pisau.
“Saya pikir cuma main-main,” kata OR saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang pada Rabu (7/5/2025).
Peristiwa itu terjadi dua pekan sebelumnya, tepatnya Selasa (22/4/2025). Saat itu, OR diajak oleh AR, lelaki yang sudah dikenalnya sejak kecil, ke rumah di kawasan Tanjung Barangan. Di sana, OR bertemu dua perempuan lain, berinisial AG dan BT. Mereka kemudian mengajak bermain: tantangan dengan borgol—siapa bisa membuka, diberi uang.
“Saya lihat AG bisa buka borgol. Tapi pas saya coba, malah enggak bisa lepas sama sekali,” ujar OR.
Ia sempat berusaha melepas sendiri di kamar mandi, bahkan dengan sabun. Gagal. Tak lama, AR mendekat, berpura-pura hendak membantu. OR menolak. Tapi AR memaksa masuk kamar mandi, mencekik lehernya, dan menyeretnya ke kamar. Pisau menempel di pipi. “Dia bilang jangan teriak. Saya takut sekali,” katanya.
Di bawah ancaman, OR ditindih. Tangannya masih terborgol. Ia hanya bisa menangis dan memohon agar dilepaskan. Entah iba atau tekanan mental karena OR terus menghiba, AR akhirnya melepas borgol itu. OR selamat, dengan tubuh memar dan trauma yang tak mudah sembuh.
Luka di leher, lebam di pinggang, dan lecet di pelipis menjadi saksi upaya pemerkosaan yang gagal. Kini, polisi sedang menyelidiki laporan itu. “Sudah kami terima, dan sedang ditangani Satreskrim,” ujar Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwim. Polisi kini tengah memburu pelaku.
OR berharap pelaku ditangkap dan dijerat hukum. “Saya tidak mau ini terjadi ke perempuan lain,” katanya lirih. (ihd)













