Bencana Sumatera Jadi Alarm Perbaikan Tata Kelola Hutan

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi sekarang lebih condong ke ekonomi sehingga perlu ditarik ke tengah. (Antara Foto)

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi sekarang lebih condong ke ekonomi sehingga perlu ditarik ke tengah. (Antara Foto)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat harus menjadi titik balik dalam memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan hidup di Indonesia. Ia menyampaikan duka mendalam kepada para korban, seraya menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengelolaan hutan.

Menurut Raja Juli, sorotan publik terhadap bencana ini menghadirkan momentum penting untuk introspeksi nasional. “Kita mendapatkan momentum yang baik karena semua mata melihat, semua telinga mendengar, dan semua merasakan apa yang terjadi. Mudah-mudahan tidak melebar ke wilayah lain,” ujarnya dari Jakarta, Sabtu.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang menilai penebangan hutan liar menjadi faktor signifikan pemicu bencana hidrometeorologi. Raja Juli menilai keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi selama ini lebih condong ke ekonomi, sehingga perlu “ditarik ke tengah” agar dampaknya tak kembali menimpa masyarakat. “Itu fakta yang kita rasakan,” katanya.

Dalam kunjungan ke Riau, Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah tidak berhenti pada evaluasi. Di Kuantan Singingi, ia menyerahkan Surat Keputusan Hutan Adat sebagai upaya memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga kawasan hutan.

“Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka kelompok yang paling mampu menjaga hutan. Legalisasi ini memberi mereka ruang untuk berkontribusi,” ujarnya.

Ia juga meninjau Taman Nasional Tesso Nilo untuk memastikan program restorasi berjalan dan habitat gajah sumatera tetap terlindungi. Upaya serupa, lanjutnya, akan diterapkan di wilayah lain yang terdampak bencana.

“Kedatangan saya dua hari ke Riau ini menjadi contoh apa yang kita kerjakan di tempat lain, termasuk di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan daerah lain,” tuturnya.

Raja Juli menegaskan pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola hutan secara menyeluruh sebagai respons atas bencana yang terjadi, guna mencegah dampak serupa di masa mendatang. (ihd)

Berita Terkait

Amphibi Pertanyakan Penghargaan Internasional untuk ‘Ratu Sampah’
4.000 Warga Kabupaten Agam Mengungsi, Kerusakan Meluas di 11 Kecamatan
Korban Tewas 303 Orang, Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatera
Kerugian Infrastruktur Padang Tembus Rp202,8 Miliar, Enam Jembatan Terputus
1.829 Warga Mengungsi, Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Identifikasi Korban Bencana Sumbar Dikebut, 20 Jenazah Berhasil Terverifikasi
Pencarian 85 Warga Hilang di Sumbar Dikebut, Bantuan Udara Terus Mengalir
Pemkot Yogyakarta Salurkan Bantuan bagi Warga Korban Kebakaran

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 08:02 WIB

Amphibi Pertanyakan Penghargaan Internasional untuk ‘Ratu Sampah’

Minggu, 30 November 2025 - 09:48 WIB

4.000 Warga Kabupaten Agam Mengungsi, Kerusakan Meluas di 11 Kecamatan

Minggu, 30 November 2025 - 08:10 WIB

Korban Tewas 303 Orang, Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatera

Minggu, 30 November 2025 - 08:01 WIB

Kerugian Infrastruktur Padang Tembus Rp202,8 Miliar, Enam Jembatan Terputus

Sabtu, 29 November 2025 - 23:41 WIB

Bencana Sumatera Jadi Alarm Perbaikan Tata Kelola Hutan

Berita Terbaru