Banten Luncurkan Aksi Tanam Bawang Merah di Serang, Kerja Sama dengan Bank Indonesia

Senin, 14 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Serang – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti mengatakan Pemerintah Provinsi Banten bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Banten mengembangkan budidaya bawang merah untuk memenuhi kebutuhan pasar Provinsi Banten. Beberapa daerah di Provinsi Banten cocok untuk dikembangkan budidaya bawang merah.

“Petani kita juga bisa membudidayakan bawang merah,” ucap Virgojanti usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (14/10/2024). Rakor dipimpin Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Restuardy Daud.

Dikatakan, untuk saat ini pasokan bawang merah untuk Provinsi Banten masih aman meski sebagian dipenuhi dari daerah lain. “Insya Allah besok kita akan ada aksi tanam bawang merah di Sawah Luhur, Kota Serang. Kita bekerjasama dengan Bank Indonesia Banten,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam aksi tanam bawang merah itu juga ada sekolah lapang teknis budidaya bawang merah. Dengan adanya sekolah lapang ini diharapkan keterampilan petani meningkat dalam budidaya bawang merah mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

“Minimal tidak harus dipenuhi dari daerah luar sehingga mengurangi biaya transport. Sehingga bisa menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga,” jelas Virgojanti.

Dari beberapa uji coba, lanjutnya, petani Provinsi Banten bisa menanam bawang merah sehingga budidaya bawang merah bisa dikembangkan di Provinsi Banten. Uji coba di Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang cocok untuk budidaya bawang merah.

“Makanya ini terus kita masifkan yang nantinya bisa menjadi tanaman penyela masa tanam. Seperti di Jawa Tengah begitu tanam padi, bawang merah, padi, bawang merah,” jelas Virgojanti.

Terkait pengendalian inflasi, Virgojanti menjelaskan inflasi Provinsi Banten terkendali di angka 2,03, sembilan komoditas mengalami penurunan. “Masih terkendali, bahkan cenderung menuju ke deflasi,” ucapnya.

Dijelaskan, pemerintah juga menghindari terjadinya deflasi secara terus menerus yang bisa berdampak pada industri dan pertumbuhan ekonomi..

Dalam kesempatan itu, Virgojanti juga imbau kepada tim pengendalian inflasi daerah Kabupaten/Kota untuk terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang. Menyiapkan berbagai langkah intervensi sebagai langkah preventif.(Wan)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Momentum HUT ke-152, Bupati Pandeglang Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kolaborasi
PKB Pandeglang Siap Gelar Muscab, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Tegak Lurus
Komitmen Jaga Kamtibmas, Polda Banten Bongkar Lokasi Dugaan Sabung Ayam
PWI Banten Fokus Pembenahan Organisasi dan Peningkatan Kualitas Anggota Pasca Idulfitri
Dorong UMKM dan Pendidikan, FIFGROUP Resmikan Desa Sejahtera Astra di Pandeglang
Kisruh Bupati–Wakil Bupati Lebak Disorot, Dinilai Kurang Kedewasaan Politik
Bapera Perkuat Peran Pemuda, Targetkan Struktur Hingga Tingkat RT pada 2027
TP PKK Banten Gelar Pembinaan Administrasi, Siapkan Lomba HKG PKK 2026

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:06 WIB

Momentum HUT ke-152, Bupati Pandeglang Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kolaborasi

Jumat, 3 April 2026 - 16:06 WIB

PKB Pandeglang Siap Gelar Muscab, Tekankan Kepemimpinan Berintegritas dan Tegak Lurus

Jumat, 3 April 2026 - 07:55 WIB

Komitmen Jaga Kamtibmas, Polda Banten Bongkar Lokasi Dugaan Sabung Ayam

Kamis, 2 April 2026 - 21:31 WIB

PWI Banten Fokus Pembenahan Organisasi dan Peningkatan Kualitas Anggota Pasca Idulfitri

Kamis, 2 April 2026 - 21:28 WIB

Dorong UMKM dan Pendidikan, FIFGROUP Resmikan Desa Sejahtera Astra di Pandeglang

Berita Terbaru