Apel Pemulangan Gelombang I Praja IPDN dan ASN Kemendagri, Mendagri Sampaikan Apresiasi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Aceh Tamiang — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama menjalankan penugasan kemanusiaan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Apresiasi tersebut disampaikan Mendagri yang sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera saat memimpin Apel Pemulangan Praja IPDN dan ASN Kemendagri Gelombang I. Apel penutupan itu diikuti oleh 1.141 orang yang terdiri atas Praja IPDN, ASN Kemendagri, serta unsur pimpinan IPDN.

“Adik-Adik saya yang saya cintai, praja IPDN yang bertugas selama kurang sebulan, saya bangga dengan Adik-Adik,” katanya di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (3/2/2026).

Dalam amanatnya, Mendagri menyampaikan bahwa dalam kurun waktu satu bulan penugasan telah terlihat perkembangan yang sangat baik di Aceh Tamiang. Ia menuturkan, kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sudah mulai dapat difungsikan kembali sehingga aktivitas pemerintahan dapat berjalan dan aparatur mulai kembali bekerja.

“Kemudian kantor-kantornya sebagian besar sudah bersih. Teman-teman ASN Kemendagri juga memberikan pendampingan sampai membesarkan semangat teman-teman ASN [Aceh Tamiang] agar tidak merasa sendiri,” ujarnya.

Mendagri mengungkapkan, aktivitas pemerintahan di Aceh Tamiang sempat lumpuh total karena hampir seluruh gedung perkantoran terdampak lumpur. Oleh karena itu, Kemendagri bersama kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah memobilisasi berbagai sumber daya. Hal ini termasuk pengerahan Praja IPDN dan ASN Kemendagri yang didukung peralatan dan alat berat guna mempercepat proses pembersihan dan pemulihan.

“Jadi ini adalah the right time and the right place. Kepada adik-adik yang Latsitarda (Latihan Integrasi Taruna Wreda) juga saya sudah sampaikan [amanat], dari Akmil, AAL, AAU, Akpol, ada dari BSSN, ada dari Unhan,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga memastikan bahwa dukungan bagi Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Ia menyampaikan bahwa gelombang lanjutan Praja IPDN dan ASN Kemendagri akan kembali diturunkan untuk melanjutkan tugas pemulihan, baik di lingkungan perkantoran maupun fasilitas umum lainnya, sehingga proses pemulihan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Kita bantu, jangan nanggung-nanggung. Kita bantu Kabupaten Aceh Tamiang. Itulah bagian dari pemerintahan. Dan Kemendagri adalah pembina dan pengawas pemerintahan daerah, kita harus buktikan bahwa memang tugas sebagai pembina dan pengawas itu kita lakukan. Akan ada datang lagi gelombang berikutnya tanggal 6 [Februari] ya, sebanyak 769 orang,” ungkapnya.

Mendagri menegaskan bahwa penugasan ini menjadi pengalaman berharga yang tidak akan selalu bisa terulang. Selain sebagai operasi kemanusiaan, kegiatan tersebut menjadi ruang praktik langsung bagi Praja IPDN dan ASN Kemendagri untuk menerapkan ilmu pemerintahan di lapangan.

“Kita akan berikan juga sertifikat. Sertifikat yang nanti menjadi kenang-kenangan seumur hidup. Saya sudah sampaikan pada saat berdiri di sini, waktu menerima Adik-Adik datang, belum tentu semua mendapat kesempatan yang sama untuk datang ke tempat ini, selain operasi kemanusiaan, mempraktikkan ilmu, di tempat sebenarnya yang sedang masalah,” ucapnya.

Apel tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang.(Ls)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja
Integrasi Madrasah hingga Kampus, Kemenag Perkuat Ekosistem UIII di Depok
Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kekuatan Gotong Royong Nasional

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum

Kamis, 2 April 2026 - 13:56 WIB

Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap

Kamis, 2 April 2026 - 12:30 WIB

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja

Berita Terbaru