Pemulihan Lahan Sawah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Ribuan Hektare

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini menjadi bagian penting dalam memulihkan sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah terdampak.

Upaya percepatan dilakukan melalui skema revitalisasi lahan agar kembali produktif. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk membantu petani kembali beraktivitas dan memulihkan sumber penghidupan mereka pascabencana.

Berdasarkan data Satgas PRR per 13 April, dari total 42.702 hektare lahan sawah yang menjadi target rehabilitasi di tiga provinsi, sebanyak 1.301 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 8.991 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

Secara rinci, di Provinsi Aceh terdapat 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, dengan capaian 42 hektare telah direhabilitasi. Di Sumatera Utara, dari total 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah dipulihkan. Sementara di Sumatera Barat, progres rehabilitasi menunjukkan capaian signifikan, dengan 1.089 hektare dari total 3.902 hektare telah kembali produktif.

Perkembangan ini sejalan dengan percepatan pembersihan lumpur di wilayah terdampak. Di Aceh, dari 519 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 480 lokasi telah selesai ditangani dan tersisa 39 lokasi dalam proses. Di Sumatera Utara, 20 dari 23 lokasi telah dibersihkan, dengan tiga lokasi masih dalam pengerjaan. Adapun di Sumatera Barat, seluruh 29 lokasi terdampak telah berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa rehabilitasi sawah tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga mencakup penguatan aspek legalitas melalui pemutakhiran data pertanahan.

Menurutnya, langkah ini penting agar lahan yang kembali produktif memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Karena BPN ini di bawah Menteri ATR/BPN (Nusron Wahid), mungkin perlu ada instruksi kepada jajaran agar proaktif bekerja sama dengan Pemda untuk menyelesaikan persoalan tanah, batas lahan, sekaligus membantu sertifikat yang hilang,” ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah diminta aktif berkoordinasi dengan Kantor Wilayah ATR/BPN setempat dalam proses pendataan ulang lahan warga. Jika menemui kendala, pemerintah pusat akan turun tangan untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat dan tepat.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Beri Motivasi Mahasiswa Unhan, Tekankan Peran Strategis Generasi Muda
Ketum Dekranas Tri Tito Karnavian Dukung Pengembangan Tenun dan Pemberdayaan Perempuan di Belu
Kasatgas PRR Tito Karnavian: Bantuan Stimulan Rumah Diberikan Langsung ke Penyintas Bencana
Wamendagri Bima Arya: Indonesia Bisa Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia, Asal Lolos Middle Income Trap
Sugeng Hariyono: Pemimpin Berintegritas Harus Konsisten antara Kata dan Tindakan
Pengelolaan Lingkungan Terpadu di Magelang Jadi Contoh Nasional
Percepatan Rehabilitasi Faskes, Layanan Kesehatan di Sumatera Pulih Hampir 100 Persen
Pendataan Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:45 WIB

Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Beri Motivasi Mahasiswa Unhan, Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

Sabtu, 18 April 2026 - 10:37 WIB

Ketum Dekranas Tri Tito Karnavian Dukung Pengembangan Tenun dan Pemberdayaan Perempuan di Belu

Jumat, 17 April 2026 - 20:38 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian: Bantuan Stimulan Rumah Diberikan Langsung ke Penyintas Bencana

Jumat, 17 April 2026 - 20:28 WIB

Wamendagri Bima Arya: Indonesia Bisa Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia, Asal Lolos Middle Income Trap

Jumat, 17 April 2026 - 16:55 WIB

Sugeng Hariyono: Pemimpin Berintegritas Harus Konsisten antara Kata dan Tindakan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Silaturahmi PPP dan NU DIY Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:36 WIB