Pemerintah Kota Yogyakarta Perkuat Program RTLH Berbasis Gotong Royong, Target 200 Rumah pada 2026

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melanjutkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema kolaborasi lintas sektor tanpa mengandalkan anggaran pemerintah. Program ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Kelurahan Purwokinanti dan Kelurahan Wirogunan, Minggu (12/4/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan hunian tidak layak, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

“Rumah dengan kondisi tidak sehat seperti ini tidak memenuhi standar kelayakan, apalagi jika dihuni anak-anak. Ini menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Dalam pelaksanaannya, program RTLH mengedepankan pendekatan gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan di antaranya datang dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY bersama DM Property yang memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk masing-masing rumah.

Selain itu, bantuan material juga dihimpun dari berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pertanian dan Pangan, serta dukungan langsung dari Wali Kota.

Hasto menekankan bahwa model pembiayaan tanpa APBD maupun APBN ini menjadi solusi atas berbagai kendala administratif, terutama terkait status kepemilikan lahan yang kerap menghambat intervensi pemerintah.

“Pendekatan ini menjadi jalan keluar ketika intervensi anggaran tidak memungkinkan. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” jelasnya.

Secara kebijakan, program ini juga menunjukkan arah pemerintah kota dalam memperkuat peran kolaborasi publik dan swasta dalam pembangunan sosial. Pada 2025, tercatat sebanyak 82 unit rumah berhasil diperbaiki melalui skema serupa. Sementara pada 2026, Pemkot menargetkan peningkatan hingga 200 unit RTLH.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan berbasis partisipasi publik di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Salah satu penerima manfaat, Partini (70), warga Wirogunan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut kondisi rumahnya selama ini tidak layak dan kerap terdampak banjir.

“Alhamdulillah, senang sekali rumah diperbaiki. Ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Melalui program RTLH berbasis gotong royong ini, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat. (Aga)

Berita Terkait

Penyelenggaraan Haji 2026 di DIY Hadirkan Inovasi Sistem Hotel
DPD RI Tekankan Pentingnya Regulasi Harmonis dalam Tata Kelola Pendidikan
Gejala Keracunan Muncul Sehari Setelah Konsumsi MBG di Jetis Bantul
Pemkab Bantul Lakukan Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG
Program DAHSYAT dan Posyandu Dukung Penanganan Stunting di Condongcatur
Pansel Umumkan Hasil Verifikasi, Tujuh Calon Sekda Yogyakarta Lolos
DIY Perkuat Destinasi Inklusif Melalui Program Pariwisata Ramah Muslim
Wabup Danang Maharsa Hadiri Pencanangan Desa Cantik 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:30 WIB

Penyelenggaraan Haji 2026 di DIY Hadirkan Inovasi Sistem Hotel

Rabu, 15 April 2026 - 13:23 WIB

DPD RI Tekankan Pentingnya Regulasi Harmonis dalam Tata Kelola Pendidikan

Rabu, 15 April 2026 - 11:25 WIB

Gejala Keracunan Muncul Sehari Setelah Konsumsi MBG di Jetis Bantul

Rabu, 15 April 2026 - 11:18 WIB

Pemkab Bantul Lakukan Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 09:00 WIB

Program DAHSYAT dan Posyandu Dukung Penanganan Stunting di Condongcatur

Berita Terbaru