JENDELANUSANTARA.COM, Sleman – Universitas Widya Mataram (UWM) kembali menggelar wisuda Sarjana ke-68 dan Pascasarjana ke-5 dengan penuh khidmat, Sabtu (11/4).
Sebanyak 177 wisudawan resmi dikukuhkan di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal langkah besar para lulusan menghadapi dunia profesional yang kian kompetitif.
Rektor UWM, Edy Suandi Hamid, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan.
“Wisuda bukan akhir dari proses belajar, tetapi titik awal untuk terus beradaptasi dan berinovasi di tengah dinamika global,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, “Penguasaan ilmu, keterampilan, dan integritas menjadi bekal utama agar lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.”
Prestasi akademik pun mencuri perhatian. Sebanyak 61 lulusan atau 34,46% meraih predikat cum laude.
Capaian tertinggi diraih Dwi Yulianto dengan IPK 3,97, sementara rata-rata IPK mencapai 3,55.
“Ini menunjukkan kualitas lulusan UWM terus meningkat dan siap menjawab tantangan zaman,” ujar pihak kampus.
Namun, tantangan nyata sudah menanti. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka masih menjadi perhatian, termasuk dari kalangan lulusan perguruan tinggi.
“Sinergi antara pendidikan, industri, dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan daya saing lulusan,” kata Prof. Edy, seraya menyoroti peluang besar di era digital seperti fintech dan kecerdasan buatan.
Perwakilan wisudawan, Mariska Nawang Sari, turut menyampaikan pesan penuh semangat.
“Dengan sampainya kita pada tahap ini maka kita dituntut menjadi pribadi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan negara,” ujarnya.
Menutup acara, Prof. Edy kembali berpesan, “Jadilah agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan kepedulian sosial.” (waw)














