Pemerintah Kota Yogyakarta Dorong Penguatan UMKM Percetakan Lewat Jogja Printing Expo 2026

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama CEO Krista Exhibitions Group dari PT Kristamedia Pratama, Daud Salim, secara resmi membuka Jogja Printing Expo 2026 di Jogja Expo Center, Rabu (8/4). Pameran ini berlangsung selama empat hari. Dimulai (8/4/26 – 11/4/26).

Dalam perspektif kebijakan daerah, Hasto menegaskan bahwa pameran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang percetakan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

“Pameran ini menjadi inisiatif penting dalam mendukung industri percetakan lokal di era digital. Selain mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi dan bahan baku berkualitas, juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Hasto juga menyoroti arah transformasi industri percetakan yang kini mulai bergeser dari media cetak konvensional ke sektor kemasan (packaging) yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan signifikan. Menurutnya, hal ini perlu direspons dengan kebijakan yang adaptif agar pelaku usaha lokal tetap kompetitif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa struktur industri di Kota Yogyakarta didominasi oleh UMKM, termasuk sektor percetakan yang mencapai sekitar 80 persen. Kondisi ini menjadikan penguatan UMKM sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Selain itu, Hasto menyinggung potensi kolaborasi lintas daerah dengan memanfaatkan keberadaan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) di Yogyakarta. Ia menyebut fasilitas tersebut dapat menjadi katalis dalam memperkuat inovasi dan daya saing industri kreatif, termasuk membuka peluang kerja sama dengan daerah lain seperti DKI Jakarta.

Sementara itu, Daud Salim menyampaikan bahwa Jogja Printing Expo 2026 menghadirkan teknologi terkini di industri percetakan, mulai dari digital printing hingga teknologi finishing untuk berbagai media seperti kertas, tekstil, hingga material non-konvensional.

Pameran ini diikuti oleh 35 perusahaan dari Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya serta melibatkan sekitar 10 pelaku UMKM. Yogyakarta juga menjadi kota pertama dalam rangkaian pameran printing tahun 2026 sebelum dilanjutkan ke kota lain.

Di sisi lain, Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) DIY, Roni Sugiarto, mengungkapkan tantangan yang dihadapi industri percetakan saat ini, antara lain penurunan permintaan cetak konvensional dan meningkatnya biaya bahan baku.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui kebijakan yang berpihak pada pelaku industri kecil agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar.

Melalui penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan sektor industri kreatif berbasis UMKM sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. (Aga)

Berita Terkait

Penyelenggaraan Haji 2026 di DIY Hadirkan Inovasi Sistem Hotel
DPD RI Tekankan Pentingnya Regulasi Harmonis dalam Tata Kelola Pendidikan
Gejala Keracunan Muncul Sehari Setelah Konsumsi MBG di Jetis Bantul
Pemkab Bantul Lakukan Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG
Program DAHSYAT dan Posyandu Dukung Penanganan Stunting di Condongcatur
Pansel Umumkan Hasil Verifikasi, Tujuh Calon Sekda Yogyakarta Lolos
DIY Perkuat Destinasi Inklusif Melalui Program Pariwisata Ramah Muslim
Wabup Danang Maharsa Hadiri Pencanangan Desa Cantik 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:30 WIB

Penyelenggaraan Haji 2026 di DIY Hadirkan Inovasi Sistem Hotel

Rabu, 15 April 2026 - 13:23 WIB

DPD RI Tekankan Pentingnya Regulasi Harmonis dalam Tata Kelola Pendidikan

Rabu, 15 April 2026 - 11:25 WIB

Gejala Keracunan Muncul Sehari Setelah Konsumsi MBG di Jetis Bantul

Rabu, 15 April 2026 - 11:18 WIB

Pemkab Bantul Lakukan Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 09:00 WIB

Program DAHSYAT dan Posyandu Dukung Penanganan Stunting di Condongcatur

Berita Terbaru